Sebelumnya
“Tanggapan ini akan berlanjut sampai agresi Israel-Amerika terhadap negara dan rakyat kami berhenti,” tulis pernyataan resmi kelompok tersebut.
Hizbullah menegaskan bahwa tindakan militer ini diambil untuk membela Lebanon dan rakyatnya, sebagai respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh pihak lawan, setelah mereka sebelumnya mematuhi kesepakatan tersebut.
Garda Revolusi Iran menegaskan akan membalas Israel, jika tidak menghentikan serangan terhadap Lebanon. “Jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera berhenti, kami akan memenuhi kewajiban kami dan memberikan balasan," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah dilansir AFP, Kamis (9/4/2026).
Baca juga : Jalanan Lebih Lancar, Layanan Publik Buka
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta PM Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi intensitas serangan ke Lebanon. “Saya berbicara dengan Bibi (sapaan Netayahu-red), dan dia akan mengurangi serangan. Menurut saya, kita memang perlu sedikit menahan diri,” ujarnya saat diwawancarai NBC News.
Pernyataan ini muncul saat AS tengah menjajaki peluang kesepakatan damai dengan Iran. Trump bahkan menyatakan dirinya “sangat optimistis” terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan tersebut.
Kanselir Jerman Friedrich Merz juga mengkritik keras kebrutalan Israel terhadap Lebanon dan menilai bahwa tindakan tersebut berpotensi menggagalkan proses perdamaian di kawasan Timur Tengah. “Kami memantau dengan sangat prihatin situasi di Lebanon selatan. Kebrutalan cara Israel melancarkan perang di sana dapat menggagalkan seluruh proses perdamaian. Ini tidak boleh dibiarkan terjadi,” sentil Merz.
Baca juga : Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan, Trump Semakin Di Ujung Tanduk
Merz juga menyatakan bahwa bersama para pemimpin negara dan pemerintahan lainnya pada Rabu (8/4/2026), ia telah menyerukan kepada pemerintah Israel agar menghentikan serangan terhadap Lebanon.
Ia menambahkan, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul juga telah membahas isu tersebut sebanyak dua kali dalam percakapan dengan mitra Israel, Gideon Saar.
“Saya juga menjalin komunikasi pribadi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Seperti dalam beberapa pekan terakhir, kami terus berkoordinasi secara erat dan berkelanjutan dengan para mitra kami di Eropa dan kawasan,” ujar Merz.
Baca juga : Saleh Partaonan Daulay: Manfaatkan Plastik Daur Ulang Secara Maksimal
Adapun Netanyahu telah memerintahkan pembicaraan langsung dengan Lebanon yang bertujuan untuk melucuti senjata Hizbullah dan membangun “hubungan damai”.
“Mengingat permintaan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya menginstruksikan kabinet untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin,” katanya, menukil Al Arabiya, Jumat (10/4/2026).
Netanyahu mengatakan, negosiasi akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan membangun hubungan damai antara Israel dan Lebanon. Ia juga menyatakan, Israel menghargai seruan Perdana Menteri Lebanon terkait demiliterisasi Beirut. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.