RM.id Rakyat Merdeka - Perang Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel belum selesai. Di tengah situasi tegang, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mendarat di St. Petersburg, Rusia, untuk ketemu Presiden Vladimir Putin, Senin (27/4/2026).
Putin menyambut hangat Araghchi dan melontarkan pujian untuk rakyat Negeri Mullah.
“Kita melihat betapa berani dan heroiknya rakyat Iran berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka,” puji Putin saat menerima Araghchi di St. Petersburg dikutip dari Reuters, Selasa (28/4/2026).
Putin berharap, rakyat Iran dapat melewati apa yang disebutnya sebagai periode sulit. Dia meyakini, perdamaian akan terwujud.
“Kami akan melakukan apa pun demi kepentingan Iran dan kawasan agar damai cepat tercapai,” tegas Putin dikutip media Rusia.
Setibanya di Rusia, Araghchi mengatakan kepada media Iran, dia melakukan perjalanan tersebut untuk konsultasi intensif antara Teheran dan Moskow mengenai isu-isu regional dan internasional.
Baca juga : Jennifer Coppen, Persiapan Nikah Sudah 80 Persen
“Saya yakin bahwa konsultasi dan koordinasi antara kedua negara akan memiliki arti penting,” ucapnya.
Kunjungan ini dilakukan setelah pejabat Iran terbang ke Muscat, Oman, berupaya menggalang dukungan regional dan internasional untuk melanjutkan kembali negosiasi.
Araghchi berterima kasih atas keramahtamahan tuan rumah. Selain Putin, Araghchi juga berbincang panjang dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.
“Senang sekali bisa berinteraksi dengan rekan kami, Rusia. Ini bukti kedekatan dan kedalaman ikatan kedua negara,” cuit Araghchi di akun X-nya, Selasa (28/4/2026).
Tahun lalu, Iran menandatangani perjanjian kemitraan strategis 20 tahun dengan Moskow.
Rusia sedang membangun dua unit nuklir baru di Bushehr, lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran. Dan Iran memasok Rusia dengan drone Shahed untuk digunakan melawan Ukraina.
Baca juga : Jenguk Korban Di RSUD Bekasi, Prabowo Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Sebelumnya, Araghchi meninggalkan Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (25/4/2026), tanpa ada tanda terobosan dalam pembicaraan damai dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dan pejabat senior lainnya terkait konflik AS-Israel dengan Iran.
Awalnya, Presiden AS Donald Trump berencana mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Penasihat Jared Kushner ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan dengan Iran.
Namun, dia membatalkan rencana itu dengan alasan tidak setuju dengan posisi negosiasi Teheran.
”Mereka dapat menghubungi kami kapan saja. Akan tetapi, Anda tidak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi untuk duduk-duduk membicarakan hal yang tidak penting,” cetus Trump, dikutip Fox News, Senin (27/4/2026).
Soal perdamaian dengan AS-Israel, rakyat Iran ikut menanggapi.
“Semuanya, di negara ini tidak pasti. Saya sudah lama tidak bekerja,” ujar pemilik usaha kecil Farshad kepada AFP, Selasa (28/4/2026). Dia berharap, Iran dan AS segera mencapai kesepakatan damai sesegera mungkin.
Baca juga : Purbaya Ikut Awasi Bursa: “Macam-macam, Saya Hajar”
“Amerika sebenarnya tidak perlu khawatir dengan Iran. Kami tidak pernah berniat mengganggu siapa pun,” ujar seorang mahasiswi di Teheran dengan nama depan Maryam kepada Reuters, Senin (27/4/2026).
Atas mediasi Pakistan, Washington dan Teheran sepakat melakukan gencatan senjata sementara pada 8 April, setelah lebih dari sebulan konflik dipicu serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Rusia juga telah menawarkan diri menjadi mediator untuk membantu memulihkan ketenangan di Timur Tengah setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Rusia sudah berulang kali menawarkan untuk menyimpan uranium yang diperkaya milik Iran sebagai cara untuk meredakan ketegangan. Namun, usulan itu ditolak AS. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 29 April 2026 dengan judul "Menlu Iran Galang Dukungan Rusia, Putin Puji Keberanian Masyarakat Teheran"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.