BREAKING NEWS
 

Perang Dengan Iran Habiskan Sekitar Rp 866 Triliun

Menhan AS Dicecar Senat, Ruang Capitol Hill Tegang

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 2 Mei 2026 06:30 WIB
Seorang demonstran menunjukkan banner berbunyi “Jangan Ada Perang di Iran” di sidang Menhan AS Pete Hegseth dengan Senat, di Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (30/4/2026). Foto: Eric Lee/Reuters

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Dan Caine dicecar anggota Senat seputar perang Iran, Kamis (30/4/2026).

Senat menggelar sidang Komite Angkatan Bersenjata. Atmosfer di ruang sidang Capitol Hill terasa tegang.

Senat menuding Hegseth gagal memberikan informasi dan gambaran akurat seputar perang dengan Iran kepada Presiden Donald Trump. Senat juga menyebut Hegseth menghambur-hamburkan uang negara untuk menginvasi Iran tanpa alasan yang jelas.

Senator senior Demokrat Jack Reed mengatakan, alih-alih meraih kemenangan, rakyat AS justru harus menanggung beban ekonomi akibat perang Iran.

“Para keluarga Amerika menanggung biaya perang yang tidak ingin mereka ikuti dan tidak memberikan keuntungan apa pun. Namun Menteri Hegseth, Anda menyatakan kemenangan sebulan yang lalu,” sentil politikus asal Rhode Island itu.

Baca juga : Cegah BUMD Rugi, HET Beras Perlu Dievaluasi

Sidang hari kedua itu membahas anggaran militer Pentagon (Departemen Pertahanan AS) sebesar 1,45 triliun dolar AS atau sekitar Rp 25.121 triliun. Tidak hanya itu, Senat mencatat, biaya perang yang dimulai 28 Februari 2026 itu sudah menelan uang kas negara sebesar 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 433 triliun.

Beberapa sumber pejabat Pentagon mengatakan kepada CNN, Jumat (1/5/2026), angka tersebut belum termasuk pembangunan kembali pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah yang hancur dan rusak akibat serangan balasan Iran.

Tiga sumber pejabat Departemen Pertahanan AS menambahkan, jika memasukkan pembangunan kembali atau perbaikan fasilitas militer, serta mengganti peralatan yang hancur, biaya sebenarnya bisa lebih. Kira-kira anggarannya mencapai 40–50 miliar dolar AS (antara Rp 693 triliun–Rp 866 triliun).

“Jumlah yang diumumkan Pentagon belum termasuk biaya perbaikan kerusakan signifikan pada pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Menhan Pete Hegseth tidak menjelaskan secara rinci, apakah perkiraan tersebut termasuk biaya pemulihan fasilitas yang rusak.

Baca juga : Jeni Rahmadial Fitri Nyamar Jadi Dokter, Gelar Finalis Putri Indonesia Dicopot

Suasana ruang sidang makin panas saat membahas situasi gencatan senjata dengan Iran yang mandek. Ditambah lagi soal pemblokiran Selat Hormuz yang membawa dampak domino ke sektor lain.

Jalannya sidang sempat terhenti ketika pengunjuk rasa berteriak “dasar penjahat perang,” “tidak manusiawi,” dan “tidak tahu malu.” Pendemo juga membawa sejumlah spanduk yang menuntut diakhirinya perang Iran.

Petugas keamanan pun harus menggiring pendemo meninggalkan ruang sidang sebelum rapat kerja dilanjutkan.

Senator Reed kemudian melayangkan kritik personal yang pedas kepada Hegseth. Dia menuduh Menhan hanya melaporkan apa yang ingin didengar Trump. Bukan apa yang harus diketahui orang nomor satu AS itu.

Reed juga menyayangkan keputusan Trump yang mengirim pasukan AS menyerang Iran tanpa rencana matang dengan tujuan akhir yang jelas.

Baca juga : Kehormatan Terakhir Napoli Di Tepi Danau Como

“Pernyataan Anda terlalu dilebih-lebihkan dan pemimpin rezim Iran tetap berdiri kokoh,” cecar Reed.

Adsense

Anggota DPR dari Demokrat Adam Smith menilai, inkonsistensi alasan Pemerintah memulai perang. Dia menyinggung klaim sebelumnya bahwa fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense