Dark/Light Mode

Target Presiden: 2029, RI Swasembada Energi

Kamis, 30 April 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menargetkan, Indonesia mencapai swasembada energi paling lambat pada 2029. Salah satu caranya dengan menggenjot penggunaan energi terbarukan. 

Presiden menegaskan, kemandirian energi menjadi prioritas strategis dalam pembangunan nasional. Target tersebut, kata dia, bukan sekadar rencana jangka panjang, melainkan komitmen yang akan dikejar secara cepat dan terukur. 

“Kalau bisa lebih dulu, ya kita akan bekerja cepat,” ujar Presiden saat kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026). 

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang sangat besar. Ia menyebut kekayaan alam tersebut sebagai karunia yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.

Baca juga : Gerakkan Ekonomi, Anggaran MBG 249 T Mengalir Ke Daerah

“Kita optimistis, Yang Maha Kuasa memberi karunia kita sumber-sumber yang luar biasa,” tegasnya. 

Meski demikian, Presiden mengingatkan, potensi tersebut tidak akan berarti tanpa pengelolaan yang baik serta komitmen kuat untuk menjaganya. 

Ia menilai, pengelolaan sumber daya yang tepat juga penting untuk melindungi Indonesia dari konflik kepentingan global. Ia menambahkan, negara yang kaya sumber daya alam kerap menjadi sasaran tarik-menarik kepentingan internasional. Karena itu, Indonesia harus mampu mengelola kekayaan tersebut demi kepentingan nasional. 

“Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak,” katanya. 

Baca juga : AS Buka Blokade Laut, Iran Buka Selat Hormuz

Sebelumnya, Pemerintah menemukan sumber daya gas raksasa di sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur. Cadangan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, temuan tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional. 

“Ini adalah hasil eksplorasi. Setelah ini, mereka juga akan melakukan pengembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain,” ujar Bahlil. 

Ia menjelaskan, produksi gas dari proyek tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada 2028 sebesar 2.000 MMSCFD dan meningkat hingga 3.000 MMSCFD pada 2030. Produksi kondensat juga diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan. 

Baca juga : Gandeng Saudi German Hospital, Layanan Kesehatan Haji Siap 24 Jam

Menurut Bahlil, peningkatan produksi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi impor energi sekaligus mendukung target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah. 

Selain menambah cadangan migas nasional, penemuan di Blok Ganal juga membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur gas terintegrasi guna memenuhi kebutuhan energi domestik yang terus meningkat. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menilai, Pemerintah perlu mengoptimalkan sumber energi alternatif untuk mencapai target tersebut. Termasuk pemanfaatan minyak jelantah dan limbah kelapa sawit. 

Selain itu, ia mendorong, pengembangan hidrogen hijau serta percepatan elektrifikasi transportasi darat sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.