BREAKING NEWS
 

Kelimpungan Lawan Iran, Trump Minta Bantuan Jinping

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Selasa, 12 Mei 2026 07:50 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Foto: Reuters/Evelyn Hockstein)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menemui Presiden China Xi Jinping. Pertemuan digelar di tengah tingginya eskalasi politik di Timur Tengah. Trump yang kelimpungan lawan Iran, diduga akan minta bantuan Jinping untuk menghadapi Teheran. 

Trump rencananya bakal berkunjung ke China selama tiga hari pada 13-15 Mei mendatang. Presiden AS itu akan bertemu Jinping membahas sejumlah hal. Mulai dari perdagangan, tarif, pengembangan kecerdasan buatan (AI), hingga perang Iran.

"Atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China dari 13 hingga 15 Mei," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dilansir AFP, Senin (11/5/2026). 

Baca juga : 11 Kepala Daerah Kena OTT, Wamendagri: Ini Alarm Keras!

Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly menuturkan, Trump akan tiba di Beijing Rabu (13/5/2026) malam. Akan ada upacara penyambutan dan pertemuan bilateral dengan Jinping pada Kamis (14/5/2026) pagi, diikuti kunjungan ke Kuil Surga siang harinya dan jamuan makan malam kenegaraan. 

Trump dan Jinping juga bakal menggelar pertemuan minum teh dan makan siang kerja bilateral pada Jumat (15/5/2026), sebelum Trump kembali ke Washington. 

Kelly mengatakan, kunjungan Trump memiliki makna simbolis luar biasa. 

Baca juga : GKSR Usul PT Dihapus, OSO: 1 Suara Pun Tak Boleh Hilang

"Yakni menyeimbangkan kembali hubungan dengan China dan memprioritaskan timbal balik dan keadilan untuk memulihkan kemerdekaan ekonomi Amerika," kata Kelly. 

Ditambahkannya, AS berencana menjamu pemimpin China tersebut selama kunjungan balasan akhir tahun ini. Kunjungan Trump awalnya dijadwalkan awal tahun ini, tetapi ditunda karena perang AS-Israel terhadap Iran. 

Sementara itu, seorang pejabat senior Pemerintahan AS mengatakan, Trump secara tak langsung akan meminta bantuan Jinping dengan memberikan tekanan kepada China soal perang Iran. Khususnya tekanan di bidang seperti penjualan minyak dan pembelian barang militer dan sipil. 

Baca juga : Jemaah Aceh Tetap Berangkat Meski Kehilangan Segalanya

Langkah ini bagian dari upaya besar Trump untuk mencapai kesepakatan permanen guna mengakhiri eskalasi perang di Timur Tengah. "Saya memperkirakan Presiden Trump akan memberikan tekanan terhadap China atas Iran," kata pejabat Gedung Putih kepada wartawan dikutip AFP, Senin (11/5/2026). 

Pejabat ini menambahkan, Trump telah melakukan hal itu dalam panggilan telepon sebelumnya dengan mitranya dari China. Pejabat itu mengatakan, Trump telah beberapa kali membahas pendapatan China untuk Iran dan Rusia melalui penjualan minyak dengan Beijing, serta penjualan barang-barang dwifungsi militer sipil. 

Adsense

Diketahui, sejak dibombardir pada akhir Februari lalu, Iran belum mengibarkan bendera putih AS. Padahal, dalam perang melawan Iran, Trump sudah menggelontorkan dana ratusan triliun rupiah dari APBN AS. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense