BREAKING NEWS
 

Dubes Fabien Penone Perkuat Kerja Sama Lembaga Riset Kedua Negara

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 6 Juni 2026 04:45 WIB
Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone (kanan) mendampingi Direktur Utama IRD Valerie Verdier (tengah) dan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Mohammad Fauzan Adziman usai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Prancis melalui Institut de Recherche pour le Developpement (IRD) atau Lembaga Penelitian Nasional Prancis bertekad memperkuat kerja sama penilitian dengan sejumlah lembaga di Tanah Air.

Direktur Utama IRD Valerie Verdier mengaku sudah bertemu sejumlah pejabat terkait. Mulai dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti-saintek) Brian Yuliarto hingga jajaran staf Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Laboratoires Mixtes Internationaux (LMI).

“Kami ingin fokus pada pengembangan teknologi mitigasi bencana, riset perubahan iklim, pemantauan gunung api, biodiversitas laut, hingga penguatan sistem peringatan dini di Indonesia,” terang Verdier dalam konferensi pers bersama Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Fabien Penone di Menteng, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Verdier tengah berada di Indonesia untuk memperingati 50 tahun kerja sama IRD dengan Indonesia pada 1-7 Juni.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Penone mengatakan, Prancis dan Indonesia sebenarnya telah lama bekerja sama dalam berbagai proyek penelitian.

“Sekarang, kedua negara ingin membuat kerja sama yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang, 50 tahun dan lebih lama lagi,” ujarnya.

Baca juga : Indonesia–Prancis Perkuat Kerja Sama Energi Hingga Pendidikan

Dia berharap, Jakarta-Paris dapat mengidentifikasi prioritas utama jangka panjang yang sesuai dengan kebutuhan kedua negara terkait tantangan internasional dan global.

Menurutnya, kedua negara akan fokus memberikan dukungan pendanaan dan komitmen jangka panjang. Sementara implementasi teknis dilakukan melalui kolaborasi antarilmuwan dan institusi riset.

Sejumlah bidang yang menjadi prioritas baru kerja sama Indonesia dan Prancis antara lain energi terbarukan, kecerdasan buatan digitalisasi, kesehatan, teknologi antariksa, hingga mitigasi perubahan iklim.

Salah satu kerja sama konkret yang sedang diperkuat adalah kolaborasi IRD dengan BMKG di bidang klimatologi, geofisika dan pemantauan bencana.

Dalam kunjungan tersebut, IRD juga menandatangani dokumen kerja sama dengan BMKG untuk memperkuat pemantauan risiko bencana dan pengembangan riset kebumian di Indonesia.

Adsense

Verdier menjelaskan, kerja sama itu mencakup pengembangan teknologi pemodelan bencana, pengolahan data satelit, hingga penggunaan peralatan baru untuk mendeteksi aktivitas vulkanik dan gempa bumi.

Baca juga : DPP LDII Serukan Green Kurban, Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Menurutnya, teknologi tersebut nantinya digunakan untuk membantu masyarakat memahami potensi risiko di wilayah tertentu. Termasuk ancaman tsunami, gempa bumi, erosi, hingga dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian dan kelautan.

“Kerja sama riset tersebut berbasis kebutuhan konkret Indonesia. Terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana alam,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Mohammad Fauzan Adziman mengatakan, Pemerintah Indonesia kini mendorong posisi yang lebih setara dalam kerja sama riset internasional.

“Indonesia ini bukan lagi tanah untuk riset atau research ground, tetapi sebagai partner research,” ujar Fauzan.

Menurutnya, Indonesia dan Prancis kini menjalankan skema pendanaan bersama atau co-funding dalam pengiriman mahasiswa dan proyek riset bersama.

Dia mengatakan, kerja sama riset Indonesia-Prancis saat ini difokuskan pada delapan bidang utama. Yakni pangan, energi, kesehatan, hilirisasi industri, material dan manufaktur, maritim, pertahanan, serta digitalisasi termasuk AI dan semikonduktor.

Baca juga : Dubes Ralf Beste Buka Pameran Kerja Sama 10 Tahun Jerman-ASEAN

Dalam agenda kunjungannya, Verdier dijadwalkan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta dan lokasi pemantauan Gunung Merapi bersama peneliti Indonesia yang terlibat dalam mitigasi risiko gunung api.

IRD telah beroperasi di Indonesia sejak 1976. Sepanjang periode 2020–2024, peneliti IRD dan peneliti Indonesia tercatat menghasilkan 266 publikasi ilmiah bersama.

Lembaga riset asal Prancis itu juga menjalankan program di lebih dari 50 negara dan dikenal fokus pada penelitian pembangunan berkelanjutan. Termasuk perubahan iklim, biodiversitas, ilmu kebumian, dan lingkungan.

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense