RM.id Rakyat Merdeka - Nama Israel kian terpuruk di panggung internasional. Survei yang melibatkan puluhan ribu responden di berbagai negara menunjukkan, Israel kini menjadi negara paling dibenci dunia.
Data itu berdasarkan survei Nira Data terbaru. Hasilnya, Israel sebagai negara yang paling tidak disukai masyarakat dunia. Selain agresi dan serangan brutal ke Palestina, persepsi negatif terhadap negara Zionis itu juga dipengaruhi berbagai operasi militer yang dilakukan terhadap negara-negara tetangganya, mulai dari Lebanon hingga Iran.
Berdasarkan survei tersebut, Israel mencatat skor persepsi global minus 24, terburuk di antara seluruh negara yang disurvei. Posisi berikutnya ditempati Korea Utara dengan skor minus 19, Afghanistan minus 19, Iran minus 16, serta Amerika Serikat (AS) minus 16.
Nira Data merilis penelitian persepsi demokrasi dan negara tahun 2026 yang melibatkan 46.667 responden. Mereka diminta memberikan penilaian terhadap 129 negara dan tiga organisasi besar dunia.
Baca juga : KPK Upayakan Membuka Jalan Percepat Ekstradisi
"Hasil ini menjadi tanda semakin dalamnya isolasi komunitas internasional terhadap Israel yang meluncurkan agresi brutal ke Palestina," tulis Middle East Monitor (MEMO) dalam laporannya.
Citra global Israel terus merosot setelah berbagai organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amnesty International, dan Human Rights Watch, mengecam kebijakan Pemerintah Israel di bawah pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Selain itu, Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) juga berulang kali menyoroti dugaan pelanggaran berat hukum internasional yang dilakukan Israel selama konflik berlangsung.
Selama melancarkan operasi militer di Palestina, Lebanon, dan Iran, pasukan Israel dituding berulang kali menyerang fasilitas sipil seperti sekolah, rumah ibadah, hingga kamp-kamp pengungsian.
Baca juga : PPP Banten Akhirnya Sepakat Menunda Musyawarah Wilayah
Data terakhir menunjukkan lebih dari 72.000 warga Palestina meninggal dunia dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi. Israel juga sempat memblokade jalur bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Langkah tersebut memperburuk kondisi warga yang sudah menghadapi krisis pangan dan kemanusiaan berkepanjangan.
Di tengah kehancuran Gaza, Israel memperluas operasi militernya ke Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Iran. Pada akhir Februari 2026, Israel bersama sekutunya, Amerika Serikat, melancarkan serangan besar-besaran ke Iran.
Israel Gempur Gaza dan Lebanon
Meskipun dikecam dunia, Israel kembali melancarkan serangan ke Jalur Gaza, Kamis (4/6/2026). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang.
Dikutip dari AFP, Jumat (5/6/2026), juru bicara badan pertahanan sipil Gaza Mahmoud Bassal mengatakan, sembilan orang tewas akibat serangan terhadap sejumlah apartemen di wilayah barat laut dan barat daya Kota Gaza. Dua korban lainnya meninggal dalam serangan drone yang menargetkan aparat kepolisian di wilayah barat daya dan pusat kota. Sedikitnya 15 orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga : Siap Sumbang Solusi, Demokrat Ajak Publik Dukung Prabowo Pulihkan Ekonomi
Serangan tersebut terjadi meski secara teknis gencatan senjata masih berlaku sejak Oktober tahun lalu. Namun, berbagai serangan terus berlangsung hampir setiap hari.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 936 warga Palestina meninggal sejak gencatan senjata diberlakukan. Selain di Gaza, militer Israel kembali membombardir Kota Tyre di Lebanon selatan meski gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah masih berlaku. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.