Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi dari Tanah Suci, Makkah
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang kepulangan ke Tanah Air, banyak jemaah haji Indonesia memanfaatkan layanan pengiriman barang dari Arab Saudi sebagai solusi untuk menghindari kelebihan bagasi pesawat. Layanan tersebut semakin diminati setelah rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan.
Meningkatnya aktivitas belanja oleh-oleh menjadi salah satu faktor utama bertambahnya volume kiriman. Banyak jemaah memilih mengirim sebagian barang pribadi mereka agar koper memiliki ruang lebih untuk menampung buah tangan bagi keluarga di kampung halaman.
Petugas Pos Indonesia, Karyadi, mengatakan lonjakan pengiriman biasanya terjadi setelah fase Armuzna. Pada periode itu, jemaah mulai berburu berbagai jenis oleh-oleh khas Arab Saudi sehingga kebutuhan ruang bagasi meningkat.
Menurutnya, salah satu cara yang paling banyak dilakukan jemaah adalah mengirim pakaian yang sudah tidak lagi digunakan selama berhaji. Dengan begitu, koper yang akan dibawa pulang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan oleh-oleh.
Baca juga : Efek Dolar Naik, Pengrajin Tempe Kena Imbasnya
“Kalau terkena kelebihan bagasi di bandara, biayanya cukup besar, sekitar 300 hingga 400 riyal atau setara Rp 1,4 juta sampai Rp 1,9 juta per kilogram,” katanya, kepada tim Media Center Haji di Makkah, Senin (8/6/2026).
Dia menjelaskan, layanan pengiriman barang dilakukan langsung dari hotel tempat jemaah menginap. Petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan masing-masing sektor untuk menentukan jadwal pengambilan barang.
Setelah waktu disepakati, petugas mendatangi hotel dan menerima paket yang akan dikirim oleh jemaah. Barang-barang tersebut kemudian dibawa ke lokasi pengolahan untuk menjalani proses pendataan dan pengepakan.
Menurutnya, setiap barang yang diterima akan dicatat dalam sistem pengiriman sebelum resi diterbitkan sebagai bukti transaksi. Setelah seluruh administrasi selesai, paket diteruskan ke bagian logistik untuk proses pengiriman ke Indonesia.
Karyadi menegaskan tidak ada ketentuan berat minimal bagi barang yang akan dikirim. Jemaah juga tidak perlu menyiapkan kardus atau kemasan khusus karena seluruh proses pengepakan ditangani oleh petugas.
Baca juga : Masa Jabatan Kapolri Tergantung Presiden
“Kami yang melakukan pengepakan. Jemaah cukup membawa barang dalam kantong plastik. Selanjutnya kami susun ke dalam kardus yang sesuai agar barang tetap aman dan tidak bergeser selama perjalanan,” ujarnya.
Dia menambahkan, setiap paspor jemaah memperoleh fasilitas bebas bea masuk untuk dua kali pengiriman barang. Ketentuan tersebut berlaku untuk berbagai ukuran paket, mulai dari ukuran kecil hingga ekstra besar.
Karena itu, jemaah diimbau memanfaatkan kuota pengiriman tersebut secara maksimal agar tidak perlu menanggung biaya tambahan apabila melakukan pengiriman berikutnya.
Setelah diproses di Makkah, seluruh paket dikirim terlebih dahulu ke Jeddah sebelum diterbangkan ke Indonesia. Setibanya di Tanah Air, barang masih harus melalui pemeriksaan Bea Cukai sebelum didistribusikan ke alamat tujuan.
Karyadi mengatakan waktu pengiriman normal berkisar antara tujuh hingga 12 hari. Namun, tingginya volume kiriman setelah musim puncak haji berpotensi membuat proses distribusi berlangsung lebih lama dari biasanya.
Baca juga : Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen, Purbaya Bangun Optimisme Publik
Adapun tarif pengiriman ditetapkan sebesar 23 riyal atau sekitar Rp 110 ribu per kilogram untuk sebagian besar wilayah Indonesia.
Sementara itu, pengiriman menuju Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Sulawesi Utara dikenakan tarif 25 riyal atau sekitar Rp 120 ribu per kilogram. Untuk wilayah Papua dan sekitarnya, biaya pengiriman mencapai 30 riyal atau sekitar Rp 144 ribu per kilogram.
Dengan memanfaatkan layanan tersebut, jemaah dapat membawa lebih banyak oleh-oleh tanpa harus khawatir terkena biaya overbagasi yang nilainya jauh lebih mahal dibandingkan ongkos pengiriman barang.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.