RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan akhirnya mengundurkan diri setelah mendapat aksi protes dari para mahasiswa selama beberapa bulan belakangan. Para pendemo yang bernaung di bawah Cockroach Janta Party (CJP) pun mengakhiri aksi protes mereka.
Massa yang memenuhi jalan utama di New Delhi, India, mulai membubarkan diri setelah Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi berjanji memenuhi tuntutan mereka. Khususnya soal perbaikan sistem ujian yang rentan terhadap kecurangan.
Krisis politik terberat dalam masa jabatan ketiga Modi mencapai puncaknya pekan lalu, ketika ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi long march menuju gedung parlemen dan polisi menggunakan gas air mata dan pentungan untuk mengendalikan massa.
Pemilih muda merupakan basis pendukung penting bagi Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Modi. Namun, kelompok baru pemuda yang menjuluki diri mereka sebagai “kecoak” telah turun ke jalan sejak akhir Juni menyusul kebocoran soal ujian nasional.
Baca juga : Richelle Skornicki Nikah, Nunggu Restu Orangtua
Insiden ini memaksa diadakannya ujian ulang yang berdampak pada 2 juta siswa, serta memicu kemarahan terkait minimnya prospek masa depan bagi generasi muda India.
Pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengejutkan banyak pihak karena Modi dikenal enggan bertindak di bawah tekanan.
Partai Modi terpaksa memenuhi tuntutan rakyat karena dia akan menjalani proses pemilihan umum pada tahun depan.
Pengunduran diri Pradhan diumumkan melalui X pada Sabtu (25/7/2026).
Baca juga : Usir Warga Israel, Anwar Ibrahim Tak Gentar Digertak AS
“Mempertimbangkan situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri agar kekuatan anti-nasional tidak memanfaatkan situasi ini, saya telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Perdana Menteri. Saya sangat menghormati aspirasi, perasaan, dan harapan yang sah dari generasi muda negara ini,” tulis Pradhan.
Keputusan tersebut menjadi kemenangan besar bagi Partai Kecoak yang selama lebih dari sebulan memimpin aksi demonstrasi, duduk bersama, hingga mogok makan di berbagai kota.
Pengunduran diri Pradhan langsung disambut sukacita oleh ribuan demonstran yang telah berkemah di ibu kota selama lebih dari sebulan.
Seorang pegawai perusahaan yang ikut dalam aksi, Prachi Kumar, menilai langkah tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban yang sudah lama ditunggu publik.
Baca juga : APBD Berkurang Karena Dana Transfer Dipotong Pusat, Kepala Daerah Mulai Teriak
“Ini harus dilakukan. Seseorang harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya dikutip dari Reuters, Minggu (26/7/2026).
Gerakan Partai Kecoak segera mengklaim kemenangan. Dalam unggahan di X, mereka menulis singkat, DEMOCRACY WINS! atau “Demokrasi Menang!”
Meski tuntutan utama telah dipenuhi, Pemimpin Partai Kecoak Abhijeet Dipke menegaskan, perjuangan belum selesai meski Menteri Pendidikan telah lengser. “Ingat, jangan main-main dengan kecoak,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.