BREAKING NEWS
 

Puluhan Ribu Warga Maroko Berenang, Terobos Perbatasan Ceuta

Hoax Medsos Picu Krisis Kemanusiaan Di Spanyol

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 5 Agustus 2026 06:10 WIB
Para imigran menyeberang dari Maroko ke Ceuta, wilayah eksklave Spanyol, Kamis, 30 Juli 2026. Foto: AP PHOTO/ANTONIO SeMPeRe

 Sebelumnya 
Migrasi besar-besaran ini dipicu oleh beredarnya kabar bohong (hoax) yang viral di media sosial Maroko. Unggahan tersebut mengumumkan bahwa para imigran yang berhasil tiba di Ceuta akan langsung diberikan kewarganegaraan Spanyol.

Isu tersebut makin tereskalasi setelah Pemerintah Spanyol mengumumkan program izin kerja bagi sekitar 500.000 imigran tanpa dokumen yang sudah menetap di negara tersebut.

Persoalan imigran ini dengan cepat memicu efek domino di panggung politik Eropa. Ketakutan bahwa para imigran akan menyebar ke seluruh kawasan Schengen membuat sejumlah negara bertindak tegas.

Baca juga : Agnes Rahajeng, Sabet Gelar Miss Supranational Asia Dan Oceania 2026

Prancis langsung mengerahkan pasukan memperketat pemeriksaan di perbatasan Spanyol.

Italia bahkan sempat mewacanakan untuk membekukan Spanyol dari area bebas perjalanan Schengen.

“Tidak ada negara anggota yang dapat secara sepihak menangguhkan partisipasi negara lain dalam Schengen. Opsi ini sama sekali tidak ada dalam arsitektur hukum Uni ini,” tegas mantan Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell, merespons wacana ekstrem tersebut.

Baca juga : Sejumlah Daerah Defisit Anggaran

Para pemimpin Uni Eropa mengambil sikap tegas dan bersatu dalam merespons krisis migrasi yang melanda perbatasan Ceuta. Mereka menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum perbatasan dan percepatan proses pemulangan bagi para imigran yang masuk secara tidak resmi.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan, aturan hukum kawasan tidak boleh diabaikan begitu saja demi keselamatan dan ketertiban bersama.

“Penyeberangan yang berbahaya harus segera dihentikan dan pemulangan harus dilakukan secara cepat,” tegasnya.

Baca juga : RI Impor Migas Paling Banyak Dari Singapura

Dukungan atas langkah tegas Spanyol juga mengalir deras dari Berlin. Kanselir Jerman Friedrich Merz mendesak Maroko menerima kembali para warganya.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menampik anggapan bahwa pengetatan perbatasan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 5 Agustus 2026 dengan judul "Puluhan Ribu Warga Maroko Berenang, Terobos Perbatasan Ceuta Hoax Medsos Picu Krisis Kemanusiaan Di Spanyol"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense