BREAKING NEWS
 

Tahan Serangan Ke Iran, Trump Berkoar-koar Perang Segera Berakhir

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 9 Agustus 2026 07:30 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim perang antara negaranya dengan Iran bakal segera berakhir. Karena itu, Trump sengaja menahan opsi serangan militer karena lebih mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomasi. 

Menurut Trump, Iran tidak akan mampu bertahan apabila konflik terus berlanjut. Karena itu, ia optimistis kesepakatan damai dapat segera tercapai. 

"Saya rasa perang ini akan segera berakhir. Menurut saya, mereka tak akan bisa bertahan lebih lama lagi," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2026).

Trump menegaskan, dirinya lebih memilih mencapai kesepakatan dengan Teheran dibandingkan menggunakan kekuatan militer. Ia mengaku tidak ingin perang memakan lebih banyak korban jiwa. 

Baca juga : Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan Ke PN Jakpus

"Saya memilih mencapai kesepakatan. Saya tidak ingin membunuh orang," ujarnya. 

Trump itu juga mengklaim pembicaraan dengan Iran yang berlangsung sepanjang pekan ini berjalan positif. Bahkan, Trump mengatakan, dirinya ikut terlibat dalam negosiasi yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional. 

Adsense

"Saya terlibat dalam negosiasi ini. Saya pikir perkembangannya baik. Kesepakatannya bisa tercapai segera," katanya. 

Meski demikian, Trump tetap mengingatkan, opsi militer belum sepenuhnya dicoret. Ia menegaskan Washington siap menggunakan kekuatan apabila upaya diplomasi menemui jalan buntu. 

Baca juga : Golkar Santai Sikapi Adanya Kabinet Bayangan

Trump juga kembali membantah laporan yang menyebut persediaan amunisi militer AS mulai menipis. Menurut dia, kemampuan tempur negaranya tetap dalam kondisi siap apabila diperlukan. 

Pernyataan Trump langsung mendapat respons dari Iran. Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut sikap Trump tidak konsisten karena berulang kali mengancam serangan, tetapi kemudian memilih jalur perundingan. 

Menurut Ghalibaf, pola tersebut merupakan bentuk "diplomasi teater" yang selama ini dijalankan Washington. Ia menilai strategi tekanan melalui ancaman militer dan pernyataan politik telah gagal memaksa Iran mengikuti keinginan AS. 

"Trump bilang, serangan besar-besaran akan datang, kemudian bilang, tunggu mereka ingin bernegosiasi. Itu adalah diplomasi teater yang terus berulang. Menggunakan penindasan, ingkar janji, berita palsu sebagai pengaruh adalah strategi yang gagal," kata Ghalibaf melalui media sosial, dikutip Al Jazeera, Kamis (6/8/2026). 

Baca juga : Gubernur Kalteng Kerahkan Ansor-Banser Cegah Karhutla

Di tengah saling klaim tersebut, laporan Al-Hadath menyebut negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran melalui para mediator telah memasuki tahap akhir. Seorang pejabat yang dikutip stasiun televisi itu menyatakan peluang tercapainya kesepakatan semakin terbuka dalam waktu dekat. 

Sementara itu, ketidakpastian situasi di Timur Tengah masih membayangi pasar energi global. Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Jumat (7/8/2026) ditutup naik 3,8 persen menjadi 82,49 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,8 persen menjadi 77,29 dolar AS per barel. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense