Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Ayah Lionel Messi, Jorge, Meninggal Di Usia 68 Tahun
- Erick Thohir Happy Banyak Klub Dunia Gelar Pramusim di Indonesia
- Persib Datangkan Danijel Loncar, Igor Tolic: Perkuat Lini Pertahanan
- 9 Talenta Persija Dipanggil Seleksi Timnas Indonesia U-16
- Chelsea Bantai AC Milan 3-0 di Indonesia Super Cup 2026
RM.id Rakyat Merdeka - Dukungan Argentina dan Afrika jadi modal politik Infantino dalam Pemilu Presiden FIFA 2027. Namun UEFA tetap mengancam akan memboikot segala bentuk turnamen.
Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat suntikan dukungan politik setelah Federasi Sepakbola Argentina (AFA) dan Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) secara resmi menyatakan dukungan terhadap kepemimpinannya, Jumat (7/8/2026).
Dukungan tersebut memperkuat posisi Infantino di tengah tekanan dari sejumlah konfederasi yang mengkritik kebijakan dan tata kelola FIFA dalam beberapa waktu terakhir.
Gelombang kritik terhadap Infantino mencuat setelah muncul polemik mengenai rencana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta melalui inisiatif FIFA Forward Enterprise (FFE).
Baca juga : Dikepung 4 Rival, Marquez Santai
Rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA (Eropa), CONCACAF (Amerika Utara) dan AFC (Asia). Mereka menilai langkah tersebut berpotensi mengurangi kendali FIFA terhadap aset komersial turnamen sepakbola paling bergengsi di dunia.
Di tengah tekanan yang menguat, FIFA akhirnya menghentikan rencana tersebut. Namun, keputusan itu belum sepenuhnya meredakan ketegangan. AFA menjadi salah satu federasi yang memberikan dukungan terbuka terhadap Infantino.
“Atas nama AFA dan Komite Eksekutif, kami menyatakan dukungan terhadap pengelolaan selama 10 tahun terakhir, yang berporos pada pengembangan sepakbola dunia dan soliditas kelembagaan berdasarkan tata kelola yang jelas, stabil, dan transparan,” tulis AFA.
Sementara itu, CAF menyatakan dukungan penuh terhadap agenda “Renewing Together” yang diusung Infantino bersama Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom.
Baca juga : Ditemukan di Salah Satu Sekolah di Jakarta, 996 Senjata-Narkoba Milik Siapa
CAF menilai berbagai program reformasi FIFA, termasuk FFE, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat perkembangan sepakbola dunia.
“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan FIFA, asosiasi anggotanya, konfederasi lain, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga tata kelola, due process, dan transparansi,” ujar Presiden CAF Patrice Motsepe.
Dukungan CAF menjadi modal penting bagi Infantino. Dengan 54 asosiasi anggota, CAF mewakili lebih dari seperempat dari total 211 anggota FIFA. Infantino sendiri disebut akan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.
Pada hari yang sama, UEFA kembali menegaskan bahwa syarat untuk mengakhiri ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA belum terpenuhi.
Baca juga : Febrie Pakai Rompi Pink, Tangan Diborgol
UEFA meminta FIFA mencabut rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta sekaligus memberikan jaminan bahwa langkah serupa tidak akan kembali dilakukan di masa mendatang.
“Persyaratan tersebut belum dipenuhi. Selain itu, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino, dan posisi itu tetap tidak berubah,” tulis UEFA.
Tekanan terhadap Infantino turut datang dari serikat pemain dunia FIFPRO. Organisasi tersebut menilai proposal investasi yang disusun secara tertutup bukan sekadar persoalan tata kelola, tetapi merupakan “penyalahgunaan serius terhadap kewenangan presiden.” [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya