BREAKING NEWS
 

Jaga Hubungan Dengan Kim Jong-un

Trump Minta Latihan Militer Bersama Korsel Dikurangi

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 18 Agustus 2026 06:10 WIB
Pasukan AS yang ikut serta dalam latihan militer Freedom Shield bersama pasukan Korsel di Yeoncheon, Korsel, 14 Maret 2026. REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan Pentagon mengurangi skala latihan militer gabungan dengan sekutu dekatnya di Asia, Korea Selatan (Korsel). Sebab, Trump ingin menjaga hubungannya dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.

Dikutip dari unggahan terbarunya di Truth Social, Minggu (16/8/2026), Trump menyatakan, latihan yang dijadwalkan dimulai Senin (17/8/2026), memakan biaya besar.

“Skala latihan militer terbaru ini mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan dengan Korea Utara,” tulis Trump.

Menurutnya, Korut tidak menebar ancaman dan bersikap hormat dengan Washington DC selama dia menjabat Presiden.

“Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong-un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam latihan militer gabungan dengan Korea Selatan,” tulis Trump.

Baca juga : Adinia Wirasti, Date Night Tanpa Ponsel

Dia juga menyinggung sikap Seoul yang kurang mendukung AS dalam konflik AS-Israel melawan Iran.

“Saya pernah bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam denuklirisasi Iran, dan mereka menjawab, ‘Tidak, terima kasih!’” tulis Trump.

Trump menambahkan, sudah terlambat untuk membatalkan latihan militer tersebut, sehingga dia telah memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi skala latihan militer bersama secara signifikan.

Saat dimintai tanggapan mengenai unggahan Trump tersebut, Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan, latihan militer itu akan berlangsung sesuai dengan pemberitahuan dan jadwal sebelumnya.

Adsense

Latihan tahunan Ulchi Freedom Shield, yang dijadwalkan berlangsung pada 17-27 Agustus 2026, melibatkan 18.000 tentara Korsel.

Baca juga : Jaga Optimisme di Tengah Gejolak Ekonomi Dunia

Latihan ini merupakan agenda rutin musim panas bagi angkatan bersenjata Korsel dan sekutu AS mereka, yang dirancang untuk mempersiapkan pertahanan menghadapi Korut—negara bersenjata nuklir yang memiliki pengalaman tempur nyata akibat keterlibatannya dalam perang Rusia di Ukraina.

Pyongyang selalu geram dengan latihan tersebut, dengan menyatakan bahwa latihan itu merupakan persiapan untuk invasi. Pekan lalu, Korut mengecam latihan terbaru ini sebagai provokasi yang meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Seorang juru bicara Kemenlu Korut mengatakan, kerja sama militer AS-Jepang-Korsel sedang berubah menjadi aliansi nuklir. Pyongyang akan merespons tingkat ancaman baru tersebut dengan tingkat daya tangkal yang baru pula.

Keesokan harinya, Trump mengunggah fotonya sedang berdiri di samping Kim dan menulis bahwa mereka memiliki hubungan yang sangat baik.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump sudah bertemu dengan Kim sebanyak tiga kali.

Baca juga : Pertumbuhan 6% Bukan Mission Impossible

Pertemuan pertama pada 12 Juni 2018 di Singapura, kemudian 27–28 Februari 2019 di Hanoi, Vietnam. Terakhir, keduanya bertemu pada 30 Juni 2019 di Zona Demiliterisasi (DMZ).

“Ini bukan kali pertama Presiden AS berupaya menghentikan latihan bersama dengan Korea Selatan,” ujar juru bicara Kemlu Korut dikutip dari Al Jazeera, Senin (17/8/2026).

Setelah pertemuan puncak bersejarah dengan Kim di Singapura pada 2018, Trump menyebut latihan militer tersebut mahal dan provokatif. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 18 Agustus 2026 dengan judul "Jaga Hubungan Dengan Kim Jong-un, Trump Minta Latihan Militer Bersama Korsel Dikurangi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense