Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dunia Akui Ketangguhan Indonesia
Pertumbuhan 6% Bukan Mission Impossible
Senin, 17 Agustus 2026 08:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengakuan dunia akan ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia menjadikan target pertumbuhan ekonomi 6 persen di 2027 bukan mission impossible.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, kepercayaan internasional tercermin dari keputusan Standard & Poor's (S&P) yang mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Posisi tersebut membuat Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade.
“Ini pengakuan dunia terhadap kokohnya perekonomian Indonesia dan Indonesia tetap berada pada kategori investment grade,” kata Presiden Prabowo, saat menyampaikan Pidato Nota Keuangan dalam Sidang Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Kepala Negara melanjutkan, pengakuan serupa datang dari lembaga pemeringkat China Lianhe Ratings yang memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil untuk penerbitan Panda Bond Republik Indonesia. Penilaian tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia solid, kebijakan pemerintah efektif, ekonomi tahan terhadap guncangan eksternal, dan inflasi terkendali.
Baca juga : Besok Bahas RUU Pemilu, Dasco Akan Libatkan Semua Partai
“Ini bukan kata Pemerintah. Ini bukan kata saya. Ini penilaian mereka terhadap kita,” tegasnya.
Pengakuan dunia tersebut menjadi modal Pemerintah mengejar pertumbuhan lebih tinggi. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026 dan mencapai 5,45 persen pada semester I-2026. Prabowo yakin, pertumbuhan ekonomi dapat digenjot hingga 6 persen.
“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun bisa mencapai angka 6 persen,” ujarnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga optimistis, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 6 persen pada 2027. Menurut Purbaya, Pemerintah memiliki pengalaman menghadapi tekanan global melalui bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.
Baca juga : Negara Kita Diuji Kebakaran Hutan Dan Bencana Alam
“Untuk 2027, kita perkirakan ekonomi bisa tumbuh sekitar 6 persen plus minus sedikit,” kata Purbaya, di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Purbaya menilai, target tersebut realistis karena Pemerintah telah menyiapkan desain kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Respons terhadap gejolak global sepanjang 2026 juga menjadi bekal menghadapi ketidakpastian ekonomi tahun depan.
Menurut dia, sinergi kebijakan menjadi penting agar tekanan eksternal tidak langsung menghantam perekonomian domestik. Pemerintah akan terus mengoptimalkan kebijakan ekonomi untuk menjaga pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Keyakinan tersebut mendapat dukungan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Menurutnya, target 6 persen merupakan momentum bagi Indonesia untuk naik ke level yang lebih tinggi.
Baca juga : Menuju Indonesia Emas, Merdeka & Berdaulat Di Ruang Digital
“Tahun 2027 kita ditargetkan keluar dari zona pertumbuhan 5 persen. Pertumbuhan 6 persen adalah zona baru untuk menuju ke 8 persen,” kata Misbakhun, di Kompleks Parlemen, Jumat (14/8/2026).
Misbakhun menekankan, target tersebut membutuhkan konsolidasi kebijakan yang kuat. Fiskal dan moneter harus bergerak dalam arah yang sama untuk menjaga likuiditas, memperkuat sektor riil, memperluas kredit perbankan, dan mendorong investasi.
“Target pertumbuhan 6 persen ini adalah sebuah pesan yang kuat kepada pasar untuk sama-sama kita optimis, membangun optimisme secara bersama-sama,” kata politisi Partai Golkar ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya