BREAKING NEWS
 

AfD, Kubu Sayap Kanan Diramal Kuasai Saxony-Anhalt

Kekuatan Kanselir Jerman Diincar Politisi Mirip Trump

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 7 September 2026 06:10 WIB
Pemerintahan Kanselir Jerman Friedrich Merz (kiri), Ulrich siegmund (Kanan).

 Sebelumnya 
Roos memperkirakan, pemerintahan yang dipimpin AfD dapat mendorong berbagai agenda pertarungan budaya. Seperti pembatasan kebijakan inklusi di sekolah, perubahan aturan pengibaran bendera Jerman di sekolah, hingga kemungkinan perubahan buku-buku sejarah.

Isu mengenai simbol LGBTQ+ juga diperkirakan menjadi bagian dari agenda politik tersebut.

Merz Diuji

Bagi Merz, hasil Pemilu Saxony-Anhalt menjadi salah satu tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana pemerintahannya mampu meredam laju AfD.

Merz sebelumnya mengambil sikap lebih keras terhadap imigrasi dan keamanan, dua isu yang selama ini menjadi senjata politik utama AfD. Namun, hasil survei menunjukkan AfD tetap unggul jauh.

Baca juga : Denada, Disindir Kikuk Saat Masak Malah Ketawa

Situasi makin rumit karena partai-partai yang berpotensi menopang pemerintahan alternatif juga menghadapi persoalan elektoral.

Free Democratic Party (FDP), salah satu mitra koalisi CDU, diperkirakan gagal menembus ambang batas 5 persen untuk masuk parlemen negara bagian.

Sementara Social Democratic Party of Germany (SPD) berada di bawah 10 persen.

Partai kiri Bundnis Sahra Wagenknecht (BSW), yang disebut sebagai satu-satunya partai yang belum sepenuhnya menutup kemungkinan bekerja sama dengan AfD, juga terancam gagal melewati ambang batas 5 persen.

Baca juga : Dunia Terancam Badai, Banjir & Kekeringan

Gubernur Sachsen-Anhalt dari CDU, Sven Schulze, yang dijagokan dalam sejumlah jajak pendapat sebagai pilihan utama untuk memimpin negara bagian tersebut, menghadapi persoalan pelik.

Koalisi CDU dengan SPD dan Partai Hijau belum tentu cukup untuk memenangkan mayoritas. Sementara, CDU telah menutup pintu untuk bekerja sama dengan Die Linke yang berhaluan kiri. Padahal, menggandeng Die Linke bisa menjadi salah satu opsi untuk membentuk pemerintahan mayoritas sekaligus mencegah AfD berkuasa.

Pilihan lainnya adalah pemerintahan minoritas yang dipimpin Schulze. Model ini memungkinkan CDU memerintah dengan mengandalkan dukungan pasif kubu Kiri, seperti yang pernah diterapkan di negara bagian tetangga, Thuringia.

Namun, semuanya bergantung pada hasil pemungutan suara. Hasil hitung cepat pemilu Saxony-Anhalt paling cepat akan dirilis pukul 18.00 waktu setempat atau sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga : Banyak Siswa Keracunan MBG, Wamenkes: Belum Masuk Status KLB

Bagi AfD, Saxony-Anhalt bukan sekadar pertarungan memperebutkan satu pemerintahan negara bagian. Kemenangan besar di wilayah Jerman timur itu bisa menjadi modal politik penting untuk menghadapi Pemilu Federal 2029. Karena itu, pemungutan suara Minggu ini menjadi perhatian nasional. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 7 September 2026 dengan judul "AfD, Kubu Sayap Kanan Diramal Kuasai Saxony-Anhalt Kekuatan Kanselir Jerman Diincar Politisi Mirip Trump"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense