RM.id Rakyat Merdeka - Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat dari Partai Republik. Kondisi ini membuat posisi Presiden AS Donald Trump kian terpojok.
Seperti dilansir AFP, Rabu (4/11/2026), dominasi Demokrat terlihat dari proyeksi sejumlah media terkemuka, termasuk Associated Press (AP). Berdasarkan hasil penghitungan AP yang dipantau pukul 16.00 WIB, Demokrat mengamankan 228 kursi DPR, sedangkan Republik memperoleh 139 kursi. Untuk menguasai mayoritas dari total 435 kursi DPR, dibutuhkan sedikitnya 218 kursi.
Di Senat, Demokrat meraih 54 kursi, sedangkan Republik memperoleh 44 kursi. Sementara itu, dalam pemilihan gubernur, Demokrat memenangkan 28 kursi dan Republik hanya 20 kursi.
Kemenangan tersebut menciptakan fenomena blue wave atau gelombang besar biru. Demokrat bahkan berhasil menembus sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis tradisional dan konservatif Republik.
Baca juga : BPS Catat 99 Kabupaten/Kota Tumbuh Di Atas 6 Persen
Setidaknya tujuh negara bagian yang sebelumnya dikuasai senator Republik kini jatuh ke tangan Demokrat. Ketujuh negara bagian tersebut adalah North Carolina, South Carolina, Texas, Ohio, Iowa, Kansas, dan Maine.
Di North Carolina, kandidat Demokrat Roy Cooper, mantan gubernur negara bagian tersebut, mengalahkan kandidat Republik Michael Whatley. Sementara di South Carolina, kandidat Demokrat Annie Andrews, seorang dokter anak, menumbangkan Darline Graham yang didukung Trump. Kemenangan ini menjadi catatan sejarah karena Demokrat belum pernah memenangkan pemilihan Senat di negara bagian konservatif tersebut sejak 1998.
Sejarah juga tercipta di Kansas setelah Adam Hamilton mengalahkan petahana Republik Roger Marshall. Hamilton menjadi kader Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator dari Kansas sejak 1932. Di Texas, James Talarico turut mencatatkan kemenangan dengan menumbangkan Ken Paxton, Jaksa Agung Texas sekaligus sekutu dekat Trump.
Dalam pemilihan gubernur Texas, kandidat Demokrat Gina Hinojosa mengalahkan petahana Greg Abbott. Kemenangan ini mengakhiri dominasi Republik selama puluhan tahun atas jabatan gubernur di negara bagian tersebut.
Baca juga : KPK Berpeluang Geledah Tempat-tempat Lainnya
Di Georgia, Keisha Lance Bottoms memenangkan pemilihan gubernur setelah mengalahkan kandidat Republik Rick Jackson, miliarder di sektor layanan kesehatan. Keisha menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur di AS sekaligus mengembalikan jabatan tersebut ke tangan Demokrat setelah lebih dari dua dekade dikuasai Republik.
Sementara itu, di New Mexico, kandidat Demokrat Deb Haaland menjadi perempuan pribumi AS pertama yang terpilih sebagai gubernur setelah mengalahkan Gregg Hull. Adapun di Michigan, Abdul El-Sayed diproyeksikan memenangi pemilu sela dan mencetak sejarah sebagai muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS setelah menumbangkan Mike Rogers.
Dalam pemilihan DPR, Demokrat juga berhasil merebut sejumlah distrik yang sebelumnya dikuasai Republik. Perebutan kursi tersebut tersebar di Pennsylvania, New Jersey, Kentucky, Arizona, hingga North Carolina.
Di tengah kekalahan tersebut, Trump justru menyampaikan ucapan selamat kepada Demokrat. Dalam wawancara melalui telepon dengan FOX News Democracy 26, Trump memuji keberhasilan lawan politiknya tersebut.
Baca juga : Syaifullah Tamliha: Penyadapan Masih Numpang Di UU ITE
"Begini, saya mengatakan, selamat kepada Partai Demokrat. Mereka telah melakukan pekerjaan yang baik. Mereka telah menantikan momen ini selama 11 tahun, dan akhirnya mereka berhasil," ungkap Trump, seperti dikutip Rabu (4/11/2026).
Trump mengakui isu perang Iran turut berperan dalam kekalahan Republik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.