RM.id Rakyat Merdeka - Seorang perawat di sebuah rumah sakit di Tula, Rusia, bikin geger setelah fotonya yang hanya berpakaian minim di balik seragam alat pelindung diri (APD).
Daily Mail, Rabu (20/5), memberitakan perawat yang berbikini di balik APD yang transparan itu bertugas di bangsal khusus pasien pria. Kabarnya, tidak ada pasien di bangsal yang mengeluhkan penampilan mencolok sang perawat.
Di dalam foto, si perawat nampak santai membagikan obat ke pada pasien di rumah sakit yang mengurusi mereka yang terinfeksi Covid-19.
Tetapi kepala rumah sakit tersebut dikabarkan tidak senang dan menghukum perawat itu. Alasannya, karena 'tidak mematuhi persyaratan untuk pakaian medis'.
Tenaga medis yang diperkirakan berusia 20-an itu mengaku berpakaian seeperti itu karena dia kepanasan kalau harus memakai seragam perawat di balik APD.
Kepada manajernya di Rumah Sakit Klinik Regional Tula, si perawat mengatakan bahwa dia tidak menyadari APD yang dia kenakan ketika merawat pasien sangat transparan.
Awalnya, kabar beredar kalau si perawat memakai pakaian dalam seksi di balik APD-nya. Namun, ternyata si perawat hanya memakai pakaian renang alias bikini.
Si perawat belum mau berbicara di depan publik mengenai fotonya yang viral. Sementara itu, para pembaca koran lokal Tula News membela si perawat. "Setidaknya dia punya selera humor di tengah situasi yang suram ini," ujar seorang pembaca.
Baca juga : Lebih Banyak Pemimpin Perempuan, Covid-19 Lebih Cepat Diatasi?
"Semua orang memarahi dia. Tapi tidak ada yang memperhatikan alasan kenapa dia berpakaian seperti itu," sahut yang lain.
"Seharusnya kalian memarahi manajemen rumah sakit. Kenapa tidak ada pendingin ruangan di saat panas seperti ini," komentar pembaca yang lain.
"Bagus bukan? Dia membuat suasana hati pasien jadi lebih baik," ujar pembaca lain.
"Harusnya dia di beri penghargaan. Melihat pakaian seperti itu, pasti tidak ada yang mau mati.
Baca juga : Rapat Virtual Bahas Sidang Tahunan, Begini Pendapat Para Pimpinan MPR dan Pimpinan DPD
Per Selasa (19/5), Rusia mencatat ada 299.941 pasien positif corona dan 2.837 meninggal dunia. Banyak ahli menduga angka korban meninggal jauh lebih besar. Di Tula ada 2.637 pasien positif dan 19 tewas akibat corona. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.