Dark/Light Mode

Jadi yang Paling Parah, Angka Kematian Pasien Corona di AS Tembus 20 Ribu

Minggu, 12 April 2020 09:15 WIB
Pasien corona yang meninggal di Amerika Serikat sangat banyak tiap harinya. Mayatmayatnya dikubur secara massal. Mereka disatukan dalam parit di sebuah pulau yang jauh dari kediaman warga. Ini bisa dilihat dalam prosesi pemakaman massal di Pulau Hart, Bronx, New York, Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)
Pasien corona yang meninggal di Amerika Serikat sangat banyak tiap harinya. Mayatmayatnya dikubur secara massal. Mereka disatukan dalam parit di sebuah pulau yang jauh dari kediaman warga. Ini bisa dilihat dalam prosesi pemakaman massal di Pulau Hart, Bronx, New York, Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Angka kematian pasien Covid-19 di Amerika Serikat (AS) menembus angka 20 ribu kasus per Sabtu (11/4). Jumlah ini menjadi yang tertinggi di dunia, menyusul Italia yang mencatatkan kematian 19.468 kasus dan Spanyol dengan 16.535 kasus. 

Ada dua versi angka kematian di negara pimpinan Presiden Donald Trump itu. Menurut catatan situs penyedia data pandemi virus corona worldometers.info yang dikutip Reuters, angka kematian di negeri Paman Sam mencapai 20.223 kasus. Sementara Universitas Johns Hopkins yang dilansir AFP menyebut, hingga hari ini, Minggu (12/4), virus Corona telah merenggut nyawa sebanyak 20.071 orang di AS. Jumlah mereka yang terinfeksi virus di sana sudah mencapai lebih dari setengah juta orang. 

Baca juga : Jadi Yang Pertama Dapat Bansos, Warga Kelurahan Penjaringan Tak Perlu Antre

Angka yang tinggi itu mungkin saja bisa menjadi salah satu pertanda bahwa pandemi ini akan segera mencapai puncaknya, mengingat kasus kematian per hari di AS sempat mencapai hampir 2.000 kasus selama empat hari berturut-turut.

Jumlah ini diyakini terus bertambah. Para pakar kesehatan masyarakat telah memperingatkan, kasus kematian yang terjadi di AS dapat melonjak hingga 200 ribu kasus pada musim panas jika perintah berdiam di dalam rumah dicabut setelah 30 hari diberlakukan. Perintah tersebut mulai diterapkan beberapa pekan belakangan ini di 42 dari 50 negara bagian di AS. 

Baca juga : 3 Perawat Inggris Pakai Plastik Sampah Rawat Pasien Corona

Negeri adidaya ini juga terpukul secara ekonomi.  Sejumlah pakar ekonomi memperkirakan 20 juta orang kehilangan pekerjaannya per akhir bulan ini.

Secara global, kini virus corona telah menjangkiti lebih dari 1,7 juta orang dengan hampir 108 ribu kasus berujung pada kematian. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.