RM.id Rakyat Merdeka - Petahana Andrzej Duda bakal melanjutkan lima tahun ke depan memimpin Polandia. Setelah menang pilpres putaran kedua, Minggu (12/7), ia berkuasa untuk periode kedua.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nasional belum menentukan waktu pasti pengumuman resmi hasil pemilu ini karena masih menunggu hasil dari TPS dan dalam dan luar negeri. Meski demikian dari penghitungan 99 persen suara, Ketua KPU Sylwester Marciniak, mengatakan, selisih suara Duda dari saingannya mencapai 500ribu.
Duda berhasil meraup suara 51,21 persen. Rivalnya, kandidat oposisi, Wali Kota Warsawa Rafal Trzaskowski mengikuti dengan 48,79 persen suara. Keikutsertaan pemilih mencapai 68,12 persen.
Baca juga : Pendiri Buka Posko Pencairan Dana Lansia Dan Yang Sakit
Menanggapi hasil sementara ini, Grzegorz Schetyna, mantan ketua partai oposisi, Platform Sipil Oposisi Polandia (PO) sekaligus anggota parlemen mengatakan, "Saya tidak berbicara mewakili tim kampanye, namun saya rasa selisih suara cukup besar, kami harus menerimanya."
Sebelumnya, anggota parlemen dari PO, Tomasz Siemoniak, menyebut pihaknya tengah mengumpulkan informasi mengenai adanya kecurangan.
"Kami sedang mengumpulkan informasi dan tanda-tanda tentang ketidakberesan dan kami baru berbicara mengenai hasil suara dan hanya persentase hasil dari Komisi Pemilihan Umum Nasional, sehingga kami belum mempunyai gambaran utuh situasinya," kata Siemoniak.
Baca juga : Lestarikan Budaya, Pertamina Gelar Pertunjukan Virtual Wayang Orang
Kemenangan Duda mengakhiri kampanye sengit yang didominasi isu-isu budaya. Media pemerintah hingga gereja Katholik turut memberikan dukungan pada Duda dari PiS (Partai Hukum dan Keadilan). Partai yang menaungi Duda berusaha memperbesar mayoritas di parlemen demi dapat memberlakukan kebijakan sosial, yudisial dan imigrasi yang konservatif.
Banyak pihak di Uni Eropa mengkritisi kebijakan semacam itu, menyebutnya anti-demokratis. Kebijakan itu termasuk melarang kelas mengenai hak-hak kaum gay di sekolah. Duda pernah menyebut homoseksualitas lebih buruk dibanding komunisme.
Sementara rivalnya dari PO, saat kampanye berjanji untuk mempertahankan program kesejahteraan yang populer serta tapi akan memulihkan hubungan dengan Uni Eropa. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.