RM.id Rakyat Merdeka - Hanya berselang tiga hari setelah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Muhammad Lutfi diterima Presiden Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, Kamis (17/9).
Pada kesempatan itu, Dubes Lutfi menyerahkan Surat-surat Kepercayaan atau Letter of Credentials kepada Trump. Hal ini menandai dimulainya secara resmi tugas Lutfi sebagai Dubes RI untuk AS. Menggantikan pejabat sebelumnya, Mahendra Siregar, yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2019.
Lutfi yang saat itu mengenakan pakaian Teluk Belanga lengkap dengan peci hitam. Didampingi istrinya, Bianca Alinda Adinegoro Lutfi yang mengenakan kebaya merah dengan songket warna kemerahan senada dengan sang suami. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan penyerahan Surat-surat Kepercayaan. Diawali dari Kementerian Luar Negeri AS menuju ke Gedung Putih, Lutfi dan istri naik mobil yang disediakan Pemerintah AS.
Baca juga : `Saya Ingin, AS Tahu RI Perbaiki Iklim Investasi`
Pada saat menyerahkan Surat-surat Kepercayaan tersebut, Lutfi menyampaikan salam hangat dari Jokowi dan rakyat Indo- nesia kepada Trump dan rakyat Amerika. Salam hangat tersebut disambut baik oleh Trump. “Indonesia merupakan mitra kunci bagi AS. Salam hangat kembali kepada Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia,” kata Trump, dalam keterangan pers Kedutaan Besar RI di Washington DC.
Lutfi juga menggarisbawahi hubungan baik kedua negara, yang telah berlangsung lama dan berkontribusi terhadap penguatan berbagai kerja sama bilateral dan kemitraan Indonesia-AS selama ini. Khususnya di masa pandemi Covid-19.
Lutfi juga menyampaikan apresiasi Indonesia atas dukungan AS, dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Serta komitmen AS mendukung pembangunan in- frastruktur di Tanah Air.
Baca juga : Hacker Rusia Serang Tim Kampanye Biden
Sebagai Dubes RI untuk AS, Lutfi menegaskan komitmennya untuk memajukan kerja sama Indonesia-AS dalam menanggulangi pandemi Covid-19, dan mempercepat pemulihan ekonomi di masa-masa sulit ini.
“Saya juga siap berkolaborasi dengan mitra kerja dari berbagai kalangan di AS untuk terus memperkuat hubungan ekonomi, maritim, pertahanan dan keamanan, serta people to people contact,” papar Lutfi.
“Tujuan strategis saya adalah mendorong hubungan RI-AS ke tingkat yang lebih tinggi. Utamanya, mempromosikan kerja sama perdagangan dan investasi dua arah, yang lebih kuat antara Indonesia dan AS. Dengan lebih jauh mengeksplorasi potensi, yang masih sangat terbuka lebar,” pungkas Dubes yang juga alumnus Purdue University, Indiana, AS.
Baca juga : Nih, Pidato Lengkap Capres Amerika Penantang Donald Trump
Acara penyerahan Surat-surat Kepercayaan tersebut, diakhiri dengan foto bersama antara Trump dengan Lutfi dan istrinya.
Sebelum menjabat sebagai Dubes RI untuk AS, Lutfi pernah memegang berbagai jabatan strategis di pemerintahan. Antara lain sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) (2005-2009), Dubes LBBP RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia (2010-2013), dan Menteri Perdagangan (2014).
Sebagai pengusaha, Lutfi pernah menjadi Ketua HIPMI Jaya (1998-2001), Ketua Nasional HIPMI (2001-2004), serta memegang posisi penting di sejumlah perusahaan besar. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.