BREAKING NEWS
 

Amandemen Konstitusi Ditunda

Demonstran Thailand Ancam Mogok Massal

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 26 September 2020 07:53 WIB
Polisi berjaga di depan Gedung Parlemen Thailand, mengantisipasi aksi massa. (Foto: Reuters)

 Sebelumnya 
Tak hanya di lapangan, protes terhadap keputusan parlemen menunda amandemen konstitusi di media sosial juga makin nyaring. Tagar Twitter #republicofThailand menjadi trending topic di Thailand.

Juru bicara Pemerintah Thailand, Anucha Burapachaisri, mengaku, belum melihat tagar tersebut dan menolak mengomentarinya. namun, dia mengatakan, Perdana Menteri Prayuth Chanocha mendengar semua pihak tentang masalah reformasi konstitusi. “Ada yang mau amandemen konstitusi, dan ada yang tidak,” ujarnya.

Baca juga : Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan di Aceh Barat Daya

Sebagai informasi, demonstran memandang konstitusi di Thailand diatur untuk mempertahankan rezim penguasa. Selain menuntut reformasi konstitusi, mereka mendesak pencopotan Prayuth sebagai Perdana Menteri Thailand, pemilu ulang, dan pengurangan wewenang dari Raja Maha Vajiralongkorn. Tuntutan itu makin nyaring belakangan ini dipicu berbagai hal di negeri itu mulai dari masalah ekonomi Thailand dan kurang maksimalnya pengendalian pandemi Virus Corona.

Konstitusi yang berlaku di Thailand saat ini dibuat setelah militer yang saat itu dipimpin Prayuth, mengkudeta pemerintahan sipil yang dipimpin PM Yingluck Shinawatra pada 2014.

Baca juga : 73 ASN Kemenpora Dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

Setelah pemerintahan monarkhi berakhir pada 1932, Thailand sudah 20 kali dirundung kudeta. Sejak itu pula mereka memiliki 20 UUD yang berbeda dan dibuat pemerintah yang berkuasa. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense