BREAKING NEWS
 

Pesan Untuk Presiden Macron, Dari SBY

Dunia Tak Pernah Damai, Jika Kebebasan Didewakan Dan Toleransi Diabaikan

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 2 November 2020 11:48 WIB

 Sebelumnya 
Masalah dan benturan terjadi , sejak penggambaran karikatur Nabi Muhammad di Denmark tahun 2005, penerbitan karikatur yang serupa oleh Charlie Hebdo di Paris tahun 2015, penerbitan ulang karikatur yang dimuat Charlie Hebdo di tahun 2020 ini, dan yang paling akhir adalah dipertontonkannya karikatur Nabi Muhammad kepada publik akhir-akhir ini.

Tentu dibarengi dengan berbagai reaksi dan respons dari kalangan umat Islam, yang sebagian dari padanya dinilai melampaui batas dan tak bisa dibenarkan.

Jangan salah sangka, saya juga mengecam aksi-aksi teror dan kekerasan lainnya yang terjadi di Perancis, sehubungan dengan kemelut karikatur Nabi Muhammad itu. Atas nama apa pun, tindakan terorisme tak bisa dibenarkan. Kita, dan saya yakin para pemimpin lain di seluruh dunia, berada dalam satu perahu dalam soal ini.

Baca juga : Gandeng MUA, Rossa Pengen Bisnis Kecantikan Lokal Bersaing Di Pasar Global

Yang saya pikirkan adalah bagaimana aksi-aksi kekerasan dan teror itu tak terus terjadi, baik di Perancis maupun wilayah mana pun di dunia. Saat ini situasi memang sedang panas. Semestinya pemimpin dari pihak mana pun, Barat maupun Islam, bisa menahan diri serta tidak memprovokasi dan mengagitasi, agar situasinya tidak semakin buruk dan berbahaya.

Yang diperlukan adalah kepedulian, tekad dan aksi nyata para pemimpin, untuk mencari solusi agar pertikaian ini tak terus berlangsung.

Atas pertimbangan itu semua, saya hanya ingin menyampaikan pesan dan harapan kepada Tuan Macron, Presiden Perancis, sebagaimana yang telah saya uraikan tadi.

Baca juga : Ke Istana, Para Ulama Pulang Dengan Tangan Hampa

Harapan saya, saya yakin ini juga harapan umat Islam di seluruh dunia, mulailah dari menghentikan penggambaran dan publikasi karikatur Nabi Muhammad.

Kalau bisa dilakukan, itu sebuah awal yang menjanjikan harapan (a good beginning, a new beginning). Kalau orang seperti saya berani mengatakan bahwa membunuh dan melakukan aksi kekerasan terhadap yang dinilai menghina Islam itu salah, artinya masih ada cara lain... mestinya Anda juga berani mengatakan bahwa yang membuat dan mempertontonkan karikatur Nabi Muhammad itu juga salah.

Mulailah dari itu dulu. Mari kita putus mata rantai “balas membalas” yang bisa terus terjadi.

Baca juga : Anis: Jika Jabatan Diwariskan Tanpa Pemilihan, Baru Dinasti

Semoga Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Bapak Olivier Chambard, berkenan mengkomunikasikan inti sari dari pesan dan harapan saya ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense