BREAKING NEWS
 

Pesan Untuk Presiden Macron, Dari SBY

Dunia Tak Pernah Damai, Jika Kebebasan Didewakan Dan Toleransi Diabaikan

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 2 November 2020 11:48 WIB

 Sebelumnya 
Cerita tentang putusan Mahkamah HAM Uni Eropa ini perlu saya angkat, untuk 2 alasan. Alasan pertama, hal ini bisa menginspirasi dan menjadi pembanding bagi negara dan masyarakat Perancis, tentang batas-batas sebuah kebebasan.

Saya tahu, Perancis adalah negara terkemuka dan punya peran penting di komunitas Uni Eropa, bahkan di Perserikatan Bangsa Bangsa.

Baca juga : Gandeng MUA, Rossa Pengen Bisnis Kecantikan Lokal Bersaing Di Pasar Global

Saya berharap, jiwa dan esensi putusan Mahkamah HAM Uni Eropa tersebut juga menyiratkan nilai-nilai (shared values), yang dianut oleh Uni Eropa secara keseluruhan.

Alasan kedua, cara yang ditempuh oleh komunitas muslim di Austria tersebut juga bisa menginspirasi komunitas Muslim di negara lain, jika harus menuntut haknya karena agamanya dihina oleh pihak lain.

Baca juga : Ke Istana, Para Ulama Pulang Dengan Tangan Hampa

Menurut saya, itulah cara yang benar, karena dilakukan secara damai dan konstitusional, ketimbang dengan menggunakan kekerasan dan harus main hakim sendiri. Saya pikir, itu dulu yang mesti saya sampaikan. Ini bukan forum ilmiah buat kita saling berdebat dan berargumentasi. Ini hanyalah forum podcast buat saya menyampaikan hak dan kebebasan yang saya miliki, yang dijamin oleh The Universal Declaration of Human Rights.

Untuk Presiden Macron, harus saya sampaikan bahwa sama dengan Anda, saya juga pencinta demokrasi. Saya menghormati hak-hak asasi manusia dan kebebasan. Namun, di sisi lain saya mencintai kedamaian dan perdamaian (peace).

Baca juga : Anis: Jika Jabatan Diwariskan Tanpa Pemilihan, Baru Dinasti

Kedamaian mempersyaratkan hadirnya toleransi dan kerukunan antar masyarakat dan bangsa yang berbeda-beda identitasnya. Karenanya, saling menghormati, saling toleran dan saling bertenggang rasa adalah kondisi yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Maaf, saya hanyalah warga negara dan warga dunia biasa.

Saya tak punya kekuasaan (power) sebagaimana yang dimiliki oleh para pemimpin dunia. Namun, hati dan pikiran saya tergerak untuk ikut mencari solusi yang tepat dan bijak atas benturan dan pertikaian yang tak kunjung henti ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense