RM.id Rakyat Merdeka - Hasil awal penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) antara Donald Trump dan Joe Biden bersaing ketat di Negara Bagian Florida.
Berdasarkan laporan langsung New York Times, Rabu (4/11), dari 98 persen suara yang dihitung, Trump berhasil unggul dengan 51,3 persen dukungan. Sementara Biden baru meraih 47,8 persen suara. Dari proyeksi New York Times, Trump diperkirakan unggul tipis di Florida.
Meski sempat khawatir dengan perolehan suara di Floeida, tim kampanye Trump nampaknya yakin dengan kemenangan kandidat mereka. "Jika Florida jatuh ke Biden, maka pertandingan selesai. Namun, jika Florida dimenangi Trump, maka pertarungan masih berlanjut," ujar seorang staf tim kampanye Trump kepada BBC.
Baca juga : Biden Cetak Kemenangan Perdana Di Vermont, Trump Unggul Di Kentucky Dan Indiana
"Namun, melihat tren dukungan warga Hispanik, kami yakin bisa menang," lanjutnya.
Pertarungan juga ketat di negara bagian kunci pertarungan lainnya, seperti Georgia, Pennsylvania, Ohio, dan North Carolina.
Sejauh ini beberapa negara bagian yang menjadi kantung kekuasaan Demokrat dan Republik telah merampungkan pemungutan suara. Dan belum ada kejutan berarti. Makanya semua mata fokus ke negara kunci.
Baca juga : Joe Biden Menang Di Dixville Notch, Trump Juara Di Missfield
Setelah tempat pemungutan suara ditutup di pesisir timur AS, hasil pemungutan suara di negara kunci Pennsylvania, Georgia, North Carolina, dan Ohio sulit diduga. Baik Florida maupun Pennsylvania dianggap sebagai negara bagian yang harus dimenangi Trump jika dia ingin terpilih lagi sebagai presiden.
Trump (74) kini berusaha agar tidak menjadi presiden petahana pertama yang gagal memenangkan periode kedua sejak George HW Bush pada 1992. Saat ditanya mengenai rencananya, Trump mengaku belum punya persiapan.
"Tidak, saya belum memikirkan pidato kekalahan atau pidato penerimaan. Kita hanya akan melakukan salah satu dari dua itu dan, Anda tahu, menang itu mudah, kalah tidak pernah mudah," ujar Trump.
Baca juga : UU Cipta Kerja Diteken Jokowi, Rupiah Makin Joss
Di sisi lain, Joe Biden, capres dari Partai Demokrat, mengaku dirinya "penuh harapan". Akan tetapi, Biden tidak mau menjabarkan rencananya jika hasil tidak diumumkan pada 3 November.
"Ada begitu banyak hak yang berlangsung saat ini…Kita lihat nanti," kata Biden. "Jika ada sesuatu untuk dibicarakan mengenai malam ini, saya akan berbicara. Jika tidak, saya akan menunggu sampai kertas suara dihitung keesokan hari," tegasnya.[DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.