BREAKING NEWS
 

Muhammadiyah AID Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Gempa Turki

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 11 November 2020 00:12 WIB
Relawan Muhammadiyah Aid menghibur anak korban gemba Turki, di pengungsian. (Foto: Dok. Muhammadiyah Aid)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana gempa ke Pemerintah Daerah Bornova, Izmir. Rombongan PCIM Turki disambut langsung Pimpinan Pemerintah Daerah Bornova, Mustafa İduğ. Dalam agenda pertemuan yang diadakan Pemda Bornova, Mustafa menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang telah ditunjukkan rakyat Indonesia kepada Turki. 

“Indonesia dan Turki merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan yang sama dalam hal bencana gempa. Kita harus bersama-sama saling membantu dalam antisipasi kebencanaan. Kami sangat berterima kasih dan menyambut baik bantuan tersebut,” Mustafa, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (10/11).

Baca juga : Menpora : Grand Design Kepemudaan Penting untuk Tolak Ukur Pembangunan Pemuda

Bantuan tersebut diproyeksikan untuk program bantuan penunjang pendidikan kepada pengungsi gempa dan tsunami di Izmir, Turki, khususnya anak-anak yang terdampak. Hal ini dilakukan guna mendukung program bantuan pemberian tablet untuk pembelajaran daring kepada 500 anak yang ada di pengungsian.

Adsense

Ketua Muhammadiyah Aid, Wachid Ridwan, mengatakan, bantuan ini bukti kepedulian dan kecintaan warga Muhammadiyah kepada Turki yang diterpa musibah, juga demi kemanusiaan dan ikatan persahabatan kedua bangsa. 

Baca juga : HAMAS Serukan Persatuan Umat Islam Lawan Israel

Gempa berkekuatan 6,6 magnitude atau sekitar 7,0 skala Richter melanda provinsi Izmir dan menyebabkan tsunami kecil di pesisir barat Turki, Jumat (30/10) pukul 14:51 waktu setempat. Pusat Seismologi Eropa-Mediterania mengatakan gempa tersebut memiliki pusat di 13 km timur laut pulau Samos, Yunani.

Otoritas Badan Penanggulangan Bencana (AFAD) mengumumkan, hingga Rabu (4/11) siang, ketika operasi SAR telah dihentikan, gempa telah merenggut nyawa 115 orang dan menyebabkan hampir 1.000 orang luka-luka. Tidak ada korban jiwa maupun luka dari warga Indonesia. Namun, dampak kerugiannya puluhan juta Turki Lira. Hingga saat ini, telah tercatat sebanyak 220 orang dalam perawatan medis lanjutan di rumah sakit Ege Üniversite yang dikhawatirkan menjadi new disabled person

Baca juga : Ini Program Jangka Panjang Kementan Untuk 4 Tahun Ke Depan

Program Muhammadiyah Aid dilaksanakan PCIM Turki berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia wilayah Bursa dan Izmir, turun langsung ke Aşık Veysel Park, tempat pengungsian terbesar untuk mengamati dan memberikan dukungan moril serta bantuan dana kepada korban terdampak gempa. Selama 3 hari, 2-4 November 2020, sebanyak 20 pemuda Indonesia hadir bersama para korban. Hal ini tentu membawa dampak positif kepada hubungan persahabatan kedua negara yang memang reciprocal, utamanya dalam menghadapi bencana di negara masing-masing. Solidaritas Indonesia kepada Turki ditunjukkan melalui aksi yang dilakukan oleh Muhammadiyah dan elemen masyarakat yang turun dalam membantu.

“Muhammadiyah Aid adalah salah satu ujung tombak dalam rangka internasionalisasi dan diseminasi pemikiran Muhammadiyah yang diwujudkan melalui humanitarian aid,” tambah Wachid Ridwan. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense