BREAKING NEWS
 

Setelah Jatuh Korban, Baru Deh Trump Janji Sertijab Akan Tertib

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 7 Januari 2021 21:50 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto Jacquelyn Martin/Associated Press)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski tak terima dengan hasil Pilpres AS 3 November lalu, Presiden Donald Trump akhirnya secara terbuka mengatakan akan meninggalkan jabatannya pada 20 Januari. Ia juga menjanjikan serah terima jabatan akan berjalan tertib.

Kemarin, Kongres AS telah menegaskan kemenangan Electoral College bagi presiden terpilih Joe Biden.

"Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari," kata Trump, dilansir CNN.

Baca juga : Ya Ampun, Baru Kemarin Cetak Rekor, Kasus Positif Catat Angka Tertinggi

Pernyataan Trump tersebut diposting tim medianya di Twitter karena akun Twitter dengan handle @realDOnaldTrump ditutup sementara. Penyebabnya, gara-gara Presiden ke-45 AS itu mengunggah twit yang dinilai berisi dukungan aksi kekerasan yang sedang berlangsung di tengah demonstrasi di Gedung Capitol Hill, di Washington DC.

Adsense

"Saya selalu mengatakan kami akan melanjutkan perjuangan untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Meskipun merupakan akhir dari masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanya awal dari perjuangan kami untuk Membuat Amerika Hebat Lagi," kata Trump.

Trump, yang menolak mengakui hasil Pilpres AS, telah mendorong massa fanatik pendukungnya menyerbu Gedung Capitol Hill, Rabu (6/1) waktu setempat, tempat Senator dan anggota DPR berkantor.

Baca juga : Satuan Polisi Kehutanan Harus Berani Lawan Perusak Hutan

Mereka berupaya menghentikan anggota parlemen menghitung suara elektoral dan mengesahkan kemenangan Biden. Usaha massa memicu kerusuhan.  Empat orang tewas. Menurut laporan polisi, seorang wanita tertembak dan tiga lainnya terluka parah.

Sangat ironi, Trump baru mau berkomitmen melakukan serah terima jabatan (sertijab) setelah ada rakyat yang jadi korban.

Gara-gara kejadian ini, menurut pejabat dari Partai Republik, beberapa orang di Kabinet Trump mengadakan pembicaraan awal tentang meminta Amandemen ke-25 untuk mencopot Trump dari jabatannya melalui mosi tak percaya .[MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense