BREAKING NEWS
 

Jadi Penentu Pemilu Israel

Partai Islam Raam Ajak Partai Yahudi Berkoalisi

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 3 April 2021 05:18 WIB
Benjamin Netanyahu (Kiri) dan Yair Lapid (Kanan). (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
“Dan memberi saya mandat untuk mengubah tuntutan publik Arab yang selama bertahun-tahun hanya merupakan tuntu­tan menjadi rencana kerja yang nyata,” sambung Abbas.

Abbas menyinggung masalah kejahatan, rasialisme, dan kemiskinan sebagai tantangan yang dihadapi orang Arab-Israel. Menurutnya, orang Arab-Israel membentuk 20 persen dari popu­lasi Israel yang berpenduduk 9,3 juta jiwa.

Baca juga : Wagub DKI Ajak Warga Awasi Bisnis Esek-esek

Seorang analis politik, Afif Abu Much, mengatakan, Abbas tampaknya ingin ada paradigma baru di Israel. “Pidato ini dituju­kan kepada orang-orang Yahudi, agar mereka dapat dilibatkan dalam permanainan ini. Abbas memiliki momen pengaruh yang langka di dalam perpolitikan Israel,” katanya.

Pemilu Israel yang digelar pada 23 Maret lalu berakhir dengan tidak adanya partai yang menguasai mayoritas kursi di Knesset (parlemen). Pemerintah yang mendukung kembali Benjamin Netanyahu maupun pemimpin oposisi Yair Lapid belum cukup memenuhi ambang batas yang diperlukan untuk bisa mencalonkan perdana menteri. Mau tidak mau partai-partai di sana harus berkoalisi untuk bisa memenangkan kursi Perdana Menteri.

Baca juga : Partai Demokrat Disaranin Jangan Ceraikan Beringin

Di dalam Knesset terdapat 120 kursi. Untuk mempertahankan kendali atas Knesset, parlemen Israel, Netanyahu setidaknya harus menguasai minimal 61 kursi. Menurut penghitungan suara, koalisi haluan kanan yang mendukung Nentanyahu mem­peroleh 52 kursi dalam Knesset. Sedangkan oposisi memperoleh 57 kursi. Partai Yamina dengan tujuh kursi dan Raam dengan empat kursi masih menggan­tung. Untuk dapat memperoleh minimal 61 kursi, mau tak mau Netanyahu harus menarik Partai Yamina dan Raam ke dalam koalisinya.

Atau, Netanyahu bisa melobi partai-partai sayap kanan oposisi untuk menjadi pendukungnya. Netanyahu mengatakan bahwa dia tidak akan mengecualikan siapa pun untuk masuk ke dalam koalisinya.

Baca juga : Terima Vaksin Pertama, Walkot Jakarta Utara Ajak Warga Sukseskan Vaksinasi

Namun, Ketua Partai Religious Zionist Bezalel Smotrich secara tegas menuturkan bah­wa dia menolak Partai Raam ke dalam koalisi pendukung Netanyahu. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense