Sebelumnya
“Dan memberi saya mandat untuk mengubah tuntutan publik Arab yang selama bertahun-tahun hanya merupakan tuntutan menjadi rencana kerja yang nyata,” sambung Abbas.
Abbas menyinggung masalah kejahatan, rasialisme, dan kemiskinan sebagai tantangan yang dihadapi orang Arab-Israel. Menurutnya, orang Arab-Israel membentuk 20 persen dari populasi Israel yang berpenduduk 9,3 juta jiwa.
Baca juga : Wagub DKI Ajak Warga Awasi Bisnis Esek-esek
Seorang analis politik, Afif Abu Much, mengatakan, Abbas tampaknya ingin ada paradigma baru di Israel. “Pidato ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi, agar mereka dapat dilibatkan dalam permanainan ini. Abbas memiliki momen pengaruh yang langka di dalam perpolitikan Israel,” katanya.
Pemilu Israel yang digelar pada 23 Maret lalu berakhir dengan tidak adanya partai yang menguasai mayoritas kursi di Knesset (parlemen). Pemerintah yang mendukung kembali Benjamin Netanyahu maupun pemimpin oposisi Yair Lapid belum cukup memenuhi ambang batas yang diperlukan untuk bisa mencalonkan perdana menteri. Mau tidak mau partai-partai di sana harus berkoalisi untuk bisa memenangkan kursi Perdana Menteri.
Baca juga : Partai Demokrat Disaranin Jangan Ceraikan Beringin
Di dalam Knesset terdapat 120 kursi. Untuk mempertahankan kendali atas Knesset, parlemen Israel, Netanyahu setidaknya harus menguasai minimal 61 kursi. Menurut penghitungan suara, koalisi haluan kanan yang mendukung Nentanyahu memperoleh 52 kursi dalam Knesset. Sedangkan oposisi memperoleh 57 kursi. Partai Yamina dengan tujuh kursi dan Raam dengan empat kursi masih menggantung. Untuk dapat memperoleh minimal 61 kursi, mau tak mau Netanyahu harus menarik Partai Yamina dan Raam ke dalam koalisinya.
Atau, Netanyahu bisa melobi partai-partai sayap kanan oposisi untuk menjadi pendukungnya. Netanyahu mengatakan bahwa dia tidak akan mengecualikan siapa pun untuk masuk ke dalam koalisinya.
Baca juga : Terima Vaksin Pertama, Walkot Jakarta Utara Ajak Warga Sukseskan Vaksinasi
Namun, Ketua Partai Religious Zionist Bezalel Smotrich secara tegas menuturkan bahwa dia menolak Partai Raam ke dalam koalisi pendukung Netanyahu. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.