Sebelumnya
Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg mengatakan, hutan tropis merupakan prasyarat mutlak dalam memerangi perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Namun nyatanya hutan tropis mendapatkan perhatian dan pembiayaan yang jauh lebih kecil dari yang seharusnya.
Solberg gembira, karena akhirnya negara dengan hutan tropis akan menerima penghargaan finansial bila mereka mampu menunjukkan adanya pengurangan deforestasi. Mengakhiri deforestasi hutan tropis pada 2030 menjadi tahapan penting untuk memenuhi tujuan iklim global.
Baca juga : Airlangga Terus Jaga Kesimbangan Pengendalian Pandemi Dan Pemulihan Ekonomi
Hutan tropis memiliki peran yang sangat penting untuk menyerap karbon dari atmosfir. Melindungi hutan tropis merupakan salah satu peluang terbesar bagi aksi iklim dalam dekade mendatang, yaitu upaya penanggulangan dengan efektivitas biaya sebesar seperempat jumlah biaya mitigasi pada 2030.
“Hutan tropis di seluruh dunia berada dalam ancaman. Kerusakan hutan hujan primer meningkat sebesar 12 persen pada 2019 hingga 2020. Secara keseluruhan, dunia telah kehilangan lebih dari 4,4 juta hektar tutupan hutan tropis primer tahun lalu, area yang bahkan lebih besar dari luas negara Swiss,” paparnya.
Baca juga : Keren! Angkasa Pura I Pertahankan Dua Trofi Tops CSR Awards
Para perusahaan yang turut berpartisipasi telah berkomitmen untuk melaksanakan pengurangan emisi gas rumah kaca yang mereka hasilkan secara signifikan, yang sesuai Perjanjian Paris. Kontribusi perusahaan tersebut di dalam koalisi LEAF berupa penambahan, dan bukan sebagai substitusi, atas pengurangan emisi internal.
Koalisi LEAF menjadi wadah bagi perusahaan untuk memberikan dukungan tambahan atas kebutuhan aksi iklim yang semakin mendesak di negara-negara dengan hutan tropis, sehingga dapat membantu mereka untuk mencapai target iklim nasional yang semakin ambisius, atau dikenal dengan istilah nationally determined contributions (NDC) sebagaimana tertuang di dalam Perjanjian Paris. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.