RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah negara dan perusahaan internasional membentuk koalisi Koalisi The Lowering Emissions by Accelerating Forest (The LEAF) pada acara Leaders Summit on Climate. Tujuan koalisi untuk melindungi hutan-hutan tropis di dunia.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins mengatakan, pembentukan Koalisi LEAF adalah inisiatif menarik untuk semua negara yang memiliki hutan-hutan tropis, termasuk Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah melakukan pekerjaan besar untuk melindungi hutan-hutannya, menyadari manfaat signifikan hutan bagi ekonomi, kesehatan dan lingkungan.
“Melalui kemitraan, kami berharap Indonesia menjadi penerima utama dari skema ini,” ujarnya dalam keterangan reami Kedubes Inggris, seperti dikutip Sabtu (24/4).
Baca juga : Airlangga Terus Jaga Kesimbangan Pengendalian Pandemi Dan Pemulihan Ekonomi
Menurut dia, koalisi LEAF bertujuan untuk memobilisasi pembiayaan dana sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,5 triliun untuk melestarikan hutan tropis. Hal ini akan bermanfaat bagi miliaran jiwa sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Iklim, John Kerry mengatakan, koalisi LEAF merupakan contoh terobosan dan jenis kolaborasi yang dibutuhkan untuk melawan krisis iklim, dan mencapai angka emisi nol bersih pada 2050 di tingkat global.
“Strategi yang menyatukan sumber daya dari sektor pemerintah dan swasta menjadi langkah penting dalam mendukung upaya skala besar yang harus dilancarkan guna menghentikan deforestasi dan mengawali restorasi hutan tropis dan sub-tropis,” ungkap.
Baca juga : Keren! Angkasa Pura I Pertahankan Dua Trofi Tops CSR Awards
Koalisi LEAF adalah sebuah inisiatif yang awalnya diikuti oleh beberapa negara antara lain pemerintah Norwegia, Inggris, Amerika Serikat, serta beberapa perusahaan terkemuka seperti Amazon, Airbnb, Bayer, Boston Consulting Group, GSK, McKinsey, Nestlé, Salesforce dan Unilever.
Para peserta di dalam koalisi akan mendukung pengurangan emisi berkualitas tinggi dari negara-negara dengan hutan tropis dan sub-tropis, sehingga upaya untuk mengurangi dan menghentikan deforestasi dapat berjalan dengan baik.
“Daftar akhir keikutsertaan dari pemerintah dan perusahaan yang berpartisipasi di dalam inisiatif ini, berikut dengan jumlah total dana yang dimobilisasi melalui koalisi, akan diumumkan pada saat penandatanganan perjanjian pembelian pengurangan emisi dengan negara-negara hutan tropis pada akhir tahun ini,” ujar John Kerry.
Baca juga : KPK Tangani Sendiri Perkara Dugaan Penerimaan Uang yang Dilakukan Penyidiknya
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan, hutan tropis dunia merupakan paru-paru planet kita, namun kita kehilangan ekosistem yang amat berharga terlalu cepat. Johnson menambahkan, kondisi tersebut berdampak serius pada miliaran populasi penduduk dunia yang bergantung pada hutan untuk penghidupan dan keberlanjutan hidup mereka, sekaligus memundurkan upaya kita dalam melawan perubahan iklim.
Dia berpendapat, waktunya untuk melindungi hutan tropis dari kerugian yang tak dapat digantikan dan membatasi pemanasan global hingga 1.5 derajat celcius sudah kian menipis. Itulah mengapa pemerintahan Inggris bangga untuk turut berpartisipasi bersama dengan para mitra kami di dalam koalisi LEAF.
“Bersama menggerakkan investasi bisnis dan bekerja sama bahu-membahu dengan negara-negara hutan tropis untuk bekerja dan menghentikan deforestasi, mengurangi emisi gas rumah kaca global dan memulihkan pelestarian alam,” ujar Johnson.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.