BREAKING NEWS
 

2 Minggu Lagi Sekolah Dibuka

Kematian Akibat Covid Pada Anak Di Malaysia Melonjak, Para Ortu Sport Jantung

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 18 September 2021 09:03 WIB
Ilustrasi swab test pada anak di Malaysia. (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lonjakan angka kematian akibat Covid-19 pada anak-anak di Malaysia, membikin para orangtua di negara tersebut sport jantung. Terlebih, kegiatan sekolah tatap muka akan dibuka dalam dua pekan mendatang.

Asal tahu saja, hingga akhir Agustus 2021, jumlah kasus Covid-19 pada anak di Malaysia tembus ke angka 310.074. Atau 25 kali lipat dibanding tahun lalu, yang hanya 12.620.

Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 pada anak, menurut informasi Kementerian Kesehatan Malaysia pada 2 September lalu, kini mencapai angka 41. Padahal tahun lalu, hanya 6.

Berbagai laporan mengenai gejala Covid tak lazim pada anak, juga mencuat di media sosial. Lewat akun Instagramnya pada 8 September lalu, seorang dokter di Penang mengungkap pengalamannya merawat 2 anak yang tak bisa jalan setelah terinfeksi Covid-19.

Salah satu kasus, melibatkan seorang bocah perempuan berusia 4 tahun. Dia mengalami kejang seminggu, setelah pulih dari Covid-19.

Baca juga : Isu Perbedaan Data Kematian Covid Di Lampung Mencuat, KSP Turun Gunung

Tiga hari berselang, ibunya lapor, sang anak tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Kedua anak itu sehat dan normal sebelum terinfeksi Covid," ujar dokter tersebut.

Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Malaysia kini telah mencapai 76,8 persen dari populasi orang dewasa. Namun, sebagian besar anak-anak belum divaksinasi. Padahal, sekolah akan dibuka kembali secara bertahap mulai 3 Oktober mendatang.

Adsense

Vaksinasi remaja secara resmi dimulai pada 8 September Tetapi hanya dilakukan di beberapa negara bagian, seperti Sarawak. Sasaran utamanya, mereka yang berusia antara 16 dan 17 tahun. Serta mereka yang berusia antara 12-15 tahun, dengan penyakit penyerta.

Sementara vaksinasi remaja di Sabah, dimulai Jumat (17/9) kemarin.

Baca juga : Sekolah Tatap Muka Terbatas Di Masa PPKM Wajib Mematuhi Ketentuan Ini

Sejumlah politisi mendesak pemerintah untuk meningkatkan vaksinasi remaja, terutama di negara bagian dengan jumlah kasus yang tinggi. Seperti Sarawak yang melaporkan sekitar 3.000 infeksi setiap hari.

"Limpahan dari lonjakan kasus saat ini dapat mempengaruhi anak-anak. Berpotensi menyebabkan gelombang Delta berikutnya, di antara anak-anak kita yang belum divaksin", kata anggota parlemen Partai Aksi Demokrat (DAP) Kelvin Yii dalam keterangannya, Senin (13/9).

Anggota Parlemen untuk Daerah Pemilihan Bandar Kuching di Sabah menggambarkan anak-anak dan mereka yang belum divaksinasi, sebagai kelompok rentan dan terpapar.

Hal ini dialami seorang manajer proyek berusia 43 tahun di Kuala Lumpur, Amanda Sanusi. Tiga dari lima anak Amanda yang tidak divaksin, berusia antara 12-17 tahun, telah tertular Covid-19.

Mereka tertular sang ayah, yang positif Covid pada 6 September lalu.

Baca juga : Berjuang Lawan Covid, Penyanyi Malaysia Meninggal Dunia 3 Hari Setelah Melahirkan

"Peluncuran vaksinasi untuk remaja terlalu lambat. Mereka seharusnya melihat negara lain, yang memulai lebih awal tanpa efek samping. Serta memvaksinasi anak-anak, sebelum membuka sektor ekonomi,” katanya kepada The Straits Times.

Malaysia yang masih berjuang keras melawan Covid-19, kini telah mulai membuka kembali berbagai sektor ekonomi, termasuk pariwisata.

Dengan jumlah kasus harian mencapai 17.577 pada Jumat (17/9), negara berpenduduk sekitar 32 juta jiwa itu mencatatkan total kasus terkonfirmasi sebanyak 2.067.327. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense