Dark/Light Mode

Soal Rencana Pelonggaran PPKM

Mantan Direktur WHO Ingatkan, Angka Kematian Akibat Covid Bisa Terus Melonjak

Sabtu, 24 Juli 2021 13:37 WIB
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan pemerintah, agar berhati-hati dalam melonggarkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Seperti diketahui, dalam keterangan virtualnya pada Selasa (19/7), Presiden Jokowi telah memberikan sinyal pelonggaran PPKM pada 26 Juli 2021. Dengan syarat, jumlah kasus baru terus mengalami penurunan.  

Berita Terkait : 26 Juli, Jokowi Kasih Sinyal Pelonggaran PPKM Darurat, Syaratnya Kasus Turun Terus

"Besok tanggal 25 Juli 2021, kita akan memasuki hari terakhir PPKM yang sekarang sedang berjalan. Tentunya, akan diambil keputusan untuk langkah selanjutnya. Terkait hal ini, setidaknya ada 5 pendapat yang mungkin dapat menjadi salah satu pertimbangan," kata Prof. Tjandra dalam keterangan yang diterima RM.id, Sabtu (24/7).

Pertama, dalam Situation Report per 21 Juli 2021, WHO menyebut Indonesia perlu melakukan pembatasan pergerakan (Public Health & Social Measures) dalam bentuk pembatasan sosial dan pembatasan pergerakan (movement restriction).  

Berita Terkait : Selama PPKM Darurat, Polda Metro Jaya Ungkap 6 Kasus Pemalsuan Surat PCR Dan Vaksin

Sehingga, sebelum memutuskan pelonggaran, Prof. Tjandra meminta pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek.

Agar jumlah korban yang mungkin akan jatuh sakit atau bahkan meninggal dunia, tidak bertambah banyak. Rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan, pun tidak kewalahan.

Berita Terkait : Ingat Nih, Penimbun Obat Covid-19 Bakal Dipenjara

Sebab, kalau situasinya tidak terkendali, perekonomian pasti akan kena dampaknya. 

"Jangan sampai, pelonggaran diberikan karena alasan ekonomi. Lalu, situasi epidemiologi jadi memburuk. Bukan tidak mungkin, dampak ekonominya bisa menjadi lebih berat lagi," tandas mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini.
 Selanjutnya