BREAKING NEWS
 

Soal Kapal Selam Nuklir

PM Australia Baik-baikin Jokowi

Reporter & Editor :
APRIANTO
Rabu, 22 September 2021 07:20 WIB
Ilustrasi HMS Ambush buatan Inggris. (Foto: Dok. defenceimagery.mod.uk)

 Sebelumnya 
"Indonesia mendorong Australia dan pihak-pihak terkait lainnya untuk terus mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan secara damai. Dalam kaitan ini, Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional," terang Faizasyah.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan negara lain, setidaknya dengan anggota ASEAN. Tujuannya, untuk merumuskan sikap bersama atas manuver Australia.

Baca juga : Filipina Dukung Australia Imbangi Kekuatan China

Indonesia bukan satu-satunya negara ASEAN yang khawatir tentang armada kapal selam bertenaga nuklir yang akan dibangun Australia. Malaysia juga. Akhir pekan lalu, Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob menilai, proyek tersebut dapat memprovokasi negara lain untuk mengambil tindakan yang lebih agresif di kawasan ini, terutama di Laut China Selatan.

Duta Besar Australia untuk ASEAN, Will Nankervis berusaha mendinginkan, Kemarin, dia mengeluarkan pernyataan bahwa Aukus bukan aliansi atau pakta pertahanan. Dia memastikan, perjanjian dengan AS dan Inggris tidak mengubah sikap Australia.

Baca juga : Kelapa Sawit Harus Jadi Bagian Aset Nasional

"Tidak mengubah komitmen Australia terhadap ASEAN maupun dukungan berkelanjutan kami untuk kepemimpinan ASEAN di kawasan," ucapnya.

Dia juga menepis anggapan bahwa Australia memiliki keinginan untuk memperoleh senjata nuklir. Dia memastikan, armada kapal selam baru tidak akan dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir.

Baca juga : Ekonomi Belum Pulih, Petani Dan Industri Tembakau Tolak Kenaikan Cukai Rokok

"Australia tetap teguh dalam dukungannya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi (NPT). Australia akan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional untuk memastikan kepatuhan penuh dengan kewajiban NPT kami sebagai Negara Senjata Non-Nuklir," kata Nankervis. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense