Dark/Light Mode

Remaja Yang Sedang Menstruasi Tetap Boleh Divaksin Kok

Senin, 2 Agustus 2021 22:44 WIB
Vaksinasi Covid-19 pada pelajar. (Foto: Patra/RM)
Vaksinasi Covid-19 pada pelajar. (Foto: Patra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dokter spesialis anak Yulianto Santoso Kurniawan memastikan, remaja perempuan yang sedang mengalami menstruasi tetap diperbolehkan untuk disuntik vaksin. Yang tidak boleh divaksin hanya anak-anak yang sedang demam.

“Kalau menstruasi, vaksinasi apa pun boleh. Mau vaksin untuk flu, mau vaksin Covid-19, atau HBV (hepatitis B), itu boleh. Hanya anak-anak yang tidak boleh vaksin itu kalau demam,” kata Yulianto, dalam bincang-bincang “Pencegahan dan Vaksin Covid-19 pada Anak”, secara virtual, Senin (2/8), seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Kemenag Realokasi Rp 2 Triliun Untuk Penanganan Covid-19

Saat ini, Pemerintah sedang menggencarkan vaksinasi untuk anak dan remaja, usia 12-18 tahun. Berbagai lembaga juga ikut berpartisipasi dalam vaksinasi ini. Vaksinasi bahkan dilakukan di sekolah-sekolah.

Yulianto menerangkan, suhu tubuh normal manusia ada pada kisaran 36,5 sampai 37,5 derajat Celcius. Apabila suhu tubuh anak lebih dari itu, tidak diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi.

Berita Terkait : Bulan Ini, Indonesia Terima 45 Juta Dosis Vaksin Covid

Dia juga menjelaskan soal efek samping setelah vaksinasi. Menurutnya, efek samping merupakan hal wajar. Kebanyakan efek sampingnya juga ringan, seperti nyeri di area yang disuntik, bengkak, atau mengalami demam.

“Artinya, efek samping yang paling bisa muncul itu di tempat suntikan. Bisa sakit, bisa bengkak, bisa gatal. Nah efek samping lain yang bisa dirasakan adalah demam,” katanya. [USU]