Sebelumnya
“Tahun 2019, masyarakat Indonesia di Hawassa berjumlah sekitar 140 orang, sekarang sekitar 50 orang karena pembatasan tenaga kerja asing di Ethiopia," ujar Dubes Al Busyra.
Ia menambahkan masyarakat Ethiopia sahabat Indonesia di Hawassa cukup banyak karena KBRI Addis Ababa sering menyelenggarakan kegiatan bersama di kota ini, baik dengan pemerintah maupun swasta.
Baca juga : Menteri Ethiopia Abraham Belay Tanam Pohon Di KBRI Addis Ababa
“Selama ini, masyarakat Indonesia dan masyarakat Ethiopia sahabat Indonesia di Hawassa sama sekali belum saling mengenal. Padahal mereka tinggal di kota yang sama. Hari ini adalah hari pertama mereka bertemu dan saling kenal melalui IEFC,” tambah Dubes Al Busyra.
Pada acara peluncuran itu, Dubale, seorang dosen Universitas Hawassa, terpilih sebagai Ketua IEFC Chapter Hawassa.
Baca juga : Gus Halim Ajak Mahasiswa Bersama Membangun Indonesia Dari Desa
“IEFC adalah perhimpunan yang sangat penting bagi masyarakat Ethiopia dan Indonesia untuk meningkatkan persahabatan dan kerjasama, terutama yang bermukim di kota Hawassa,” ujar Dubale. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.