Dark/Light Mode

Diplomasi Digital Indonesia Di Ethiopia Makin Joss

Kamis, 10 Juni 2021 21:58 WIB
Dubes RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur dalam acara virtual Ambassador Lecture, yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta, Rabu (9/6). (Foto: KBRI Adis Ababa)
Dubes RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur dalam acara virtual Ambassador Lecture, yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta, Rabu (9/6). (Foto: KBRI Adis Ababa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Diplomasi digital Indonesia di Ethiopia mengalami perkembangan pesat, dan semakin penting ke depan.

Perkembangan ini akan terus terjadi dan berkembang cepat, seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital di berbagai sektor dan kehidupan masyarakat Ethiopia.

Demikian disampaikan Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika ketika menyampaikan kuliah umum secara virtual, “Ambassador Lecture”, yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Rabu (9/6).

Berita Terkait : Dubes Al Busyra: Jumlah Diaspora Indonesia Di Djibouti Meroket 400 Persen

Kuliah bertema Peran Diplomasi Digital dalam Praktek Diplomasi Indonesia di Ethiopia itu, diikuti mahasiswa dan akademisi dari berbagai kota dan daerah di Indonesia.

“Diplomasi digital adalah penyelenggaraan diplomasi yang dilakukan melalui teleconference, dan komunikasi yang menggunakan teknologi internet dalam rangka mencapai tujuan diplomasi suatu negara atau kawasan,” kata Dubes Al Busyra Basnur.

"Meskipun perkembangan dan penggunaan teknologi digital di Ethiopia tidak secepat di Indonesia, namun meningkat secara signifikan. Terutama, di kalangan kaum muda dan profesional," imbuhnya.

Berita Terkait : Banyak Pengusaha Ethiopia Tertarik Berbisnis Dengan Indonesia

Asal tahu saja, dari 115 juta penduduk Ethiopia yang merupakan nomor 2 terbesar di Afrika, hampir 40 persen di antaranya adalah pengguna telepon genggam, 21 persen pengguna internet, dan 6 persen aktif di sosial media.

Saat ini, pemerintah Ethiopia terus membangun infrastruktur teknologi digital, di kota dan daerah.

Selain menggunakan Facebook, Instagram dan Twitter, KBRI Addis Ababa juga aktif menggunakan berbagai aplikasi media sosial lainnya, termasuk kanal YouTube The B-Siblings, dalam melakukan kegiatan diplomasi.

Baca Juga : Penyekatan Di Suramadu, 120 Orang Warga Madura Positif Covid-19

“KBRI Addis Ababa memiliki social responsibility kepada masyarakat. Antara lain, dengan cara memberitahu kegiatan, dan apa saja hal penting yang sedang terjadi kepada publik dengan menggunakan teknologi digital,” pungkas Dubes Al Busyra. [HES]