RM.id Rakyat Merdeka - Setelah menunggu dua tahun, Inggris akhirnya menjadi tuan rumah pertemuan internasional untuk membahas isu iklim dunia, Conference of The Parties (COP) 26, pada 31 Oktober nanti.
Negeri Ratu Elizabeth itu mengajak seluruh negara serius menghentikan dampak buruk emisi karbon dan eksploitasi sumber daya alam.COP26 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) akan dilaksanakan di Glasgow, Skotlandia, pada 31 Oktober hingga 12 November mendatang.
Baca juga : Indonesia Tegaskan Komitmennya Kendalikan Perubahan Iklim
Inggris bermitra dengan Italia sebagai tuan rumah perhelatan ajang iklim tersebut. Dalam press briefing persiapan COP26, di Jakarta, kemarin,
Duta besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menyebarkan informasi mengenai pentingnya isu perubahan iklim.
Baca juga : Marina Beauty Journey 2021 Ajak Gen Z Menjadi Agen Perubahan
.“Di sinilah jurnalis sangat berperan menyebarkan informasi agar masyarakat sadar mengenai bahaya perubahan iklim serta upaya pencegahannya,” terang Dubes Jenkins.
“Ayo laporkan sebanyak mungkin berita seputar perkembangan pertemuan COP26 dan masalah perubahan iklim,” ajak Dubes Jenkins kepada para jurnalis yang hadir secara langsung dan virtual.
Baca juga : Kerek Kualitas Produk Lokal, Kemenperin Serahkan SNI Cangkul
Dubes Jenkins ingin semua orang sadar bahwa efek perubahan iklim sangatlah nyata seperti terjadinya kenaikan muka air laut, kebakaran hutan, dan polusi udara. “ini semua berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.