Tausiah Politik
Sebelumnya
Demikian seterusnya sampai Daulat Umayyah ditaklukkan oleh Daulat Abbasyiah yang juga menganut sistem monarki. Para pemimpin umat sesudahnya pada umumnya apara politisi murni, bukan lagi ulama. Berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya mengombinasikan diri sebagai figur ulama dan umara.
Krisis keulamaan yang dialami para pemimpin sesudah Sayidina Ali mencerminkan pola kepemimpinan pada rezim kekuasaan masing-masing penguasa. Baik rezim Mu’awiyah maupun rezim Abbasiyah sulit sekali ditemukan figur pemimpin yang mengombinasikan kapasitas ulama dan umara.
Baca juga : Menyerasikan Bahasa Negara & Bahasa Agama
Dari cuplikan sejarah di atas, dapat dipahami bahwa Islam sepertinya tidak memiliki suatu sistem yang baku di dalam hal penentuan siapa sumber dan pelaksana kekuasaan, apa dasarnya, bagaimana cara menentukan dan kepada siapa kewenangan melaksanakan kekuasaan itu diberikan, kepada siapa pelaksana itu bertanggung jawab, dan bagaimana bentuk tanggung jawabnya.
Pertanyaan seperti ini ditambah dengan pengalaman sejarah Nabi dan para sahabat dan penerusnya mempersulit setiap orang yang akan memikirkan sebuah konsep negara Islam. Sejarah suksesi dalam Islam tidak linial dan tidak tunggal melainkan beragam.
Baca juga : Antara Politik Islam Dan Islam Politik
Tidak adanya penjelasan apalagi ketegasan mengenai suksesi di dalam Islam menjadi isyarat bahwa urusan suksesi adalah masalah kontemporer dan terkait dengan objektivitas perkembangan masyarakat. Masalah suksesi dapat dikategorikan sebagai urusan duniawi yang dalam penyelesaiannya Nabi pernah mengatakan: Antum a’lamu bi umuri dunyakum (kalian lebih tahu menyangkut urusan keduniaannya). Siapa tahu dan kita berharap, Indonesia bisa menyumbangkan model suksesi yang ideal bagi setiap negara, khususnya negara-negara muslim. Kredibilitas pemilu yang akan datang akan ikut menentukan obsesi itu. Selamat berpesta demokrasi. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.