Sebelumnya
Eliezer dalam kasus pembunuhan berencana Yoshua Hubarat, bukanlah pelaku utama, tapi pelaku turut serta. Apakah Jaksa Penuntut Umum tidak memperhatikan secermatnya Elizier banyak membuka atau mengungkap kasus kematian Yoshua sebegitu terang sehingga banyak narasi yang tertutup akhirnya satu persatu terbuka ke publik.
Bukanklah Eliezer yang antara lain membuka secara gamblang Sambo ikut membunuh, bahkan membunuh mematikan, Yoshua, membunuh secara terencana, misalnya dengan mengenakan sarung tangan yang diberikan oleh isterinya. Bukankah narasi terjadi tembak-menembak di rumah kediaman hanya kebohongan yang dibuat oleh Sambo; tembak-menembak dari lantai bawah ke atas sesungguhnya Tidak ada, hanya cerita Sambo semata. Semua itu dibongkar secara berani oleh Eliezer dan akhirnya diakui oleh Sambo.
Baca juga : Mahfud: Ini Peradilan Yang Berkeadaban, Tidak Jadul
Satu persoalan yang antara lain juga telak-telak dibuka oleh Eliezer adalah pengakuan Putri telah diperkosa oleh Yoshua; peristiwa yang sejak asal dijadikan motif Sambo untuk membunuh Yoshua, padahal jauh sebelumnya sudah dianulir oleh Kapolri. Di kemudian hari, terungkap secara jelas bahwa cerita tentang pelecehan seksual, atau tindak kekerasan seksual atau perkosaan tidak pernah terjadi, tapi semata-mata karangan Putri.
Kalau Eliezer tidak punya nyali untuk ngomong apa adanya dengan risiko apa pun, narasi sebenarnya tentang pembunuhan berencana atas Yoshua Hutabarat, mungkin, tidak pernah terjadi, dan Majelis Hakim pun sulit mengungkapnya.
Baca juga : Amerika Jatuhkan Sanksi Baru Ke Junta Myanmar
Untuk jasanya yang luar biasa itu, Bharada Eliezer layak diberikan ganjaran positif, yakni mencabut kembali tuntutan hukum yang dijatuhkan begitu berat terhadap Eliezer oleh JPU.
Maka, vonis 1,5 tahun atas diri Eliezer sesungguhnya tamparan memalukan terhadap Kejaksaan. Tidak heran, JPU pun menjawab spontan: tidak naik banding ketika ditanya oleh Majelis Hakim. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.