Tausiah Politik
Sebelumnya
Rahasia penyambungan huruf ba sebagai huruf istimewa (lihat artikel sebelumnya) dengan kata ism yang disandarkan kepada Allah, dihubungkan dengan nama Allah sebagai nama Zat Allah Swt yang tidak bisa dipisahkan dengan keseluruhan makhluk-Nya. Dalam kitab Tafsir Fakh al-Razi (jilid 1 h. 100) diungkapkan sebuak pernyataan Al-Qusyairi yang mengutip sejumlah ahli hakekat (al-muhaqqiqun)yang menyatakan: Ma raaina syaian illa wa raina Allah ba’dahu (Kami tidak melihat sesuatu apapun kecuali kami melihat Allah sesudahnya). Pernyataan ini ditanggapi oleh Syekh Abu Sa’d ibn Abi al-Khair, yang mengatakan pernyataan itu bukan pernyataan muhaqqiqun tetapi masih pernyataan murid. Pernyataan almuhaqqiqun seharusnya mengatakan: Ma raau syaian illa wa kanu qad rauw Allah qablahu (Kami tidak melihat sesuatu apapun kecuali kami melihat Allah sebelumnya).
Baca juga : Memahami Makna Dan Hakekat Basmalah (3), Antara Bismillah Dan Bismi Rabbik (1)
Bandingkan dengan penulisan ayat: Iqra’ bi ism Rabbik (Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu) konsisten menggunakan model penulisan yang sama, yaitu huruf alif washl diaktifkan dan menjadi huruf pemisah antara huruf ba dan ism. Nama Rabb bukan iasm al-jalalah, tetapi kesimpulan dari keseluruhan nama-nama Allah di dalam al-Asma’ al-Husna’. Dengan demikian, kata Rab sudah masuk ke wilayah ta’ayyun (entitas permanen/al-A’yan al-Tsabitah). Dengan kata lain, nama Allah berada di dalam wilayah Ahadiyyah (The One and Only), sedangkan nama Rabb sudah berada di dalam wilayah Ahadiyyah (The Oneness). Adalah wajar kalua penulisannya dipisahkan antara huruf ba dengan kata ism yang disandarkan kepada Rabb. Allahu a’lam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.