BREAKING NEWS
 

Demokrasi Terpimpin Ke Demokrasi Rakyat?

Selasa, 16 Mei 2023 07:29 WIB
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Selama era reformasi, tidak ada nama baku terhadap demokrasi Indonesia. Yang populer disebut di media massa/media sosial: demokrasi liberal, demokrasi yang berpaling pada ajaran-ajaran liberalisme, demokrasi yang, dalam praktek, lebih liberal daripada demokrasi di negara-negara barat sekali pun.

Baca juga : Mungkinkah Anies Kesulitan Dapat Tiket Capres?

Sejumlah kalangan, akademisi, politisi, pendidik, dan lain-lain, percaya demokrasi liberal inilah yang merusak negara, dan kehidupan bangsa kita. Maka, Jokowi berkeinginan mengubah “demokrasi liberal”. Kita harus tegakkan “demokrasi rakyat”; demokrasi yang berdasarkan kekuasaan rakyat. Rakyat yang harus bertahta. Maka, rakyat boleh mengkritik pemimpin atau pejabat. Presiden sekali pun boleh saja dikritik. Yang tidak boleh adalah melancarkan fitnah terhadap pemimpin. Namun, menjelang Pemilu 2024, Presiden Jokowi super-aktif “bersilaturahmi” dengan banyak pimpinan parpol. Presiden dituding mempengaruhi mereka menghadapi Pilpres 2024, bahkan mengarahkan mereka membentuk koalisi. Tentu, Jokowi menolak keras tudingan tersebut. Dua kubu ini pun berbenturan: antara kelompok “silaturahmi” dan “mempengaruhi politisi pro-pemerintah untuk “bersatu jalan”. Malah Jokowi dituding campur-tangan mempersiapkan calon yang dijagokan untuk menggantikannya pada Pilpres 2024.

Baca juga : Nasib Prabowo Setelah Ganjar Capres PDIP

Bisakah kita mengatakan “demokrasi rakyat” diam-diam sudah melenceng ke “demokrasi terpimpim”? Tidak mudah menjawab pertanyaan yang sebenarnya. Jokowi tampaknya waswas sekali kalau presiden yang menggantikannya pasca Pemilu 2024 akan mengobrak-abrik kebijakannya selama 10 tahun, apalagi membatalkan pembangunan IKN!! Jokowi pada acara Musyawarah Rakyat 2 hari yang lalu, meminta para relawannya hati-hati mencari pemimpin yang baru, carilah calon pemimpin/calon presiden yang tepat, yang tegas, yang berani dan yang pro-rakyat. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense