BREAKING NEWS
 

Memahami Tiwikrama Politik

Selasa, 25 Juli 2023 06:30 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

 Sebelumnya 
Semar sedang prihatin dengan ­banyaknya anak didik yang belum mendapatkan bangku sekolah. Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem Zonasi mema­kan korban. Kalau tidak segera di­tangani secara transparan ­banyak anak didik siswa tertinggal pendidikannya.

Kopi pahit dan pisang rebus tersaji rapi di lincak bangku belakang padepokan. Selain itu penganan lepetan kesukaan Romo Semar tidak ketinggalan. Dewi Kanestren tahu betul makanan kesukaan suaminya.

Adsense

Pagi yang cerah rupanya tidak mampu menghalau kegalauan hati Romo Semar. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, Anoman tiwikrama di tengah jalan ­untuk mengingatkan Bima.

Baca juga : Kemenparekraf Gelar Sinema Keliling Di Jambi

Bima berguru kepada Pandita Durna untuk meminta wejangan ilmu kasampur­naning hidup. Durna bersedia memberi wejangan kepada Bima dengan dua syarat.

Pertama, Bima harus mendapatkan piyandel yaitu “kayu gung susuhing angin” dan air kehidupan sejati. Kayu gung susuhing angin berada di tengah hutan Tribaskara. Sedangkan air kehidupan adanya di tengah samudera.

Para satria Pandawa tahu permintaan Durna merupakan cara licik untuk menghabisi Bima. Hal ini tidak lepas dari bisikan Patih Sengkuni dan Duryudana kepada Durna.

Baca juga : Abiyasa Dalam Suksesi Hastina

Puntadewa melarang Bima pergi mencari permintaan yang diminta Durna. Rupanya Bima sudah bulat niatnya. Bima nekat tidak mau mendengarkan apa kata saudaranya.

Bima dihadang kera Putih Anoman di tengah jalan menuju hutan Tribaskara. ­Bima berusaha menyingkirkan Anoman dari hadapannya.

Akan tetapi Bima tidak mampu melawan kekuatan Anoman. Rupanya Anoman sedang tiwikrama dengan kekuatan seribu gajah. Akhirnya Bima pasrah mengakui kesaktian Anoman.

Baca juga : Kehebatan Rumput Kalanjana

“Maksud Anoman baik, Mo. Untuk mengingatkan Bima agar tidak meneruskan perjalanannya,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Namun Bima juga betul karena melaksanakan perintah guru­nya,” jawab Romo Semar pendek.

“Sama halnya ­dengan isu berkelanjutan dan peru­bahan. Keduanya memiliki makna yang sama. Diperlukan kejernihan hati dan pikiran ­untuk dapat memahami sebuah ­gagasan yang baik. Selain itu sebagai pemimpin bijak jangan pernah cerita sendiri.

Ber­bagilah cerita dengan orang lain, agar jiwanya terisi dengan gagasan-gagasan luhur,” jawab Romo Semar pendek sambil ngloyor pergi. Oye.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense