Dark/Light Mode

Kegaduhan Kompetisi Mandura

Senin, 3 April 2023 04:49 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 bukan saja mengubur impian Timnas Garuda, harga diri sebagai negara berdaulat juga terusik di kancah diplomasi internasional. Event olahraga dunia merupakan sarana promosi ekonomi kita kepada negara-negara lain.

FIFA sebagai organisasi sepak bola dunia telah memberikan wildcard kepada tim sepak bola kita. Namun kesempatan emas ini disia-siakan oleh segelintir elite politik yang memaksakan egonya. Di sisi lain, minimnya koordinasi dan diplomasi publik memberikan andil gagalnya Indonesia sebagai Host FIFA World Cup U-20.

“Mungkin karena elite politik yang selama ini diam, tiba-tiba sok tahu bicara tentang isu Palestina. Sehingga bikin gaduh, Mo,” celetuk Petruk, ikut nimbrung. Romo Semar tidak serta merta mau menanggapi komentar anaknya, Petruk. Semar sedang prihatin dengan peristiwa meledaknya kilang minyak di Dumai, Riau. Kecelakaan di sektor migas berulang kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Padahal dalam industri migas, faktor keselamatan kerja sangat penting dan harus mengacu kepada filosofi zero accident.

Baca juga : Menanti Lahire Tetuko

Romo Semar baru saja selesai menikmati buka puasanya dengan kue serabi dan teh manis. Kue serabi disiram santan terasa nikmat dan legit. Kepulan asap rokok klobot membawanya ke zaman Mahabarata, ketika kegaduhan kompetisi terjadi di kerajaan Mandura.

Kocap kacarito, Kerajaan Mandura punya gawe. Prabu Kuntiboja mengadakan sayembara untuk menyeleksi calon mantu terhadap anaknya Dewi Prita atau Kunti. Kencantikan Dewi Kunti menyebar ke berbagai penjuru dunia. Sehingga para raja datang ikut ambil bagian memperebutkan Dewi Kunti untuk dijadikan istri pamesuri.

Para peserta sayembara harus tunduk kepada aturan yang berlaku. Adu kesaktian hanya diperbolehkan di dalam arena yang sudah disiapkan di alun-alun Kerajaan Mandura. Karena para raja datang dari berbagai wilayah, mereka harus menjunjung tinggi aturan yang sudah ditetapkan. Antar peserta tidak diperbolehkan saling mengejek atau merendahkan martabat peserta lain. Bagi siapa yang melanggar aturan sayembara, maka harus keluar dari wilayah Mandura.

Baca juga : Resolusi Rama Di Tahun Politik

Narasoma, Putra Mahkota dari Kerajaan Mandaraka, berhasil memenangkan sayembara. Narasoma selain tampan memiliki kesaktian tinggi. Konon senjata pamungkas Narasoma adalah ajian Candabirawa. Yaitu senjata berwujud pasukan raksasa bajang yang jumlahnya ribuan dan tidak kasat mata. Sehingga lawan tidak dapat melihat kalau dirinya sedang berhadapan dengan para raksasa bajang yang mengerubutinya.

Kegaduhan bermula ketika Prabu Kuntiboja mau menyerahkan anaknya, Dewi Kunti, kepada Narasoma. Tiba-tiba muncul Pandu, putra Mahkota Kerajaan Hastina. Sejatinya Pandu ingin mengikuti sayembara. Namun Pandu datang terlambat. Sesuai aturan, Pandu tidak bisa ikut pertandingan. Narasoma yang berwatak sombong dan angkuh, begitu melihat kedatangan Pandu, ingin menantang kesaktian Pandu.

Narasoma sengaja mengubah aturan yang sudah dibuat Raja Mandura. Narasoma ingin mencoba kesaktian Pandu. Dan siapa yang dapat mengalahkan dirinya berhak atas Dewi Kunti. Pandu menerima tantangan Narasoma. Terjadilah pertarungan kedua satria untuk memperebutkan Dewi Kunti. Narasoma kalah sakti dengan Pandu. Senjata pamungkas Aji Candabirawa tidak kuat melawan senjata Malowo Bumi milik Pandu.

Baca juga : Pesan Toleransi Bethara Guru

“Narasoma memaksakan kehendaknya. Akhirnya kalah oleh Pandu, Mo,” sela Petruk, membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Narasoma membuat gaduh dan merusak tatanan Mandura,” jawab Semar pendek. Tapi, akhirnya Pandu mau memaafkan kesombongan Narasoma. “Belajar dari cerita Pandu, gagalnya kita sebagai tuan rumah sepak bola dunia, tidak usah saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab. Lebih baik saling memaafkan di bulan suci Ramadan ini,” papar Romo Semar sambil ngeloyor. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.