BREAKING NEWS
 

Kepemimpinan Geopolitik Indonesia Berbasis Pancasila

Kamis, 14 Desember 2023 06:59 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Prinsip-prinsip tersebut, antara lain Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi keyakinan sebagai pilar utama yang memandu tindakan dan keputusan pemimpin. Dengan memandu diri mereka pada nilai-nilai ini, pemimpin dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sehingga harmonisasi dalam konteks kepemimpinan tidak hanya merujuk pada keseimbangan internal di tingkat pemerintahan. Tetapi juga menekankan pentingnya tercipta kebersamaan dan kesatuan di antara beragam elemen masyarakat Indonesia. Pemimpin yang mengadopsi pendekatan ini mampu memelihara keragaman dan meminimalkan potensi perpecahan. Dengan cara ini, terwujudlah keselarasan dan harmoni yang mendukung Indonesia sebagai negara yang adil, beradab, dan bersatu.

Konsep ini menempatkan tanggung jawab besar pada pemimpin untuk menjalankan kepemimpinan dengan bijaksana, serta mempertimbangkan kepentingan dan kebutuhan semua lapisan masyarakat. Kesadaran akan keberagaman dan keadilan menjadi landasan untuk membangun fondasi yang kokoh bagi negara ini. Dengan demikian, pemimpin berbasis Pancasila dapat membentuk lingkungan yang mendukung perkembangan positif dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Senin 11 Desember, Hadir Di Pospol Gadog

Namun, bila kepemimpinan tidak lagi berbasis Pancasila, risiko-risiko serius dapat muncul, dan ini mengancam fondasi nilai-nilai dasar negara Indonesia. Hilangnya landasan pada prinsip-prinsip Pancasila dapat membuka pintu bagi tindakan yang tidak sejalan dengan semangat keadilan, persatuan, dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi. Tanpa pedoman ini, keputusan-keputusan pemimpin bisa cenderung bersifat arbitrari, dan kurang mempertimbangkan kepentingan semua warga negara.

Ketidakberpihakan terhadap prinsip-prinsip Pancasila, juga dapat memicu konflik dan perpecahan dalam masyarakat. Harmoni yang diupayakan oleh Pancasila karuan saja dapat terancam, dan divergensi antar-kelompok bisa menjadi semakin meruncing. Keberagaman Indonesia yang menjadi kekuatan utama dapat terancam, lantas mengarah pada ketidakstabilan dan keretakan sosial yang dapat merugikan seluruh bangsa.

Risiko terjadinya ketidaksetaraan dan ketidakadilan sosial pun meningkat, manakala kepemimpinan tidak lagi didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Keseimbangan yang diinginkan antara hak dan kewajiban, antara individu dan masyarakat, dapat terganggu. Akibatnya, kesenjangan sosial mungkin semakin melebar, dengan kelompok-kelompok rentan menjadi lebih terpinggirkan. Ini dapat mengancam stabilitas dan keberlanjutan pembangunan di Indonesia secara keseluruhan.

Baca juga : Dibutuhkan Stabilitas Politik Demi Kedamaian Pemilu 2024

Dengan demikian, penting bagi pemimpin untuk memahami dan memegang teguh prinsip-prinsip Pancasila sebagai pedoman dalam kepemimpinan mereka. Hal ini bukan hanya untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kesatuan dan keadaban bangsa Indonesia. Oleh karenanya kepemimpinan berbasis Pancasila semakin menegaskan: memandu tindakan dan keputusan pemimpin dengan prinsip-prinsip yang mencerminkan nilai-nilai dasar negara Indonesia.

Dengan fokus pada nilai-nilai dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, maka kepemimpin geopolitik dapat menciptakan dampak positif yang merangkul keberagaman, dan merajut kesatuan dalam masyarakat.

Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI dan mantan Direktur Jenderal Sosial Politik Depdagri RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense