Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Menarik untuk diperhatikan apa yang dikatakan Ibn ‘Arabi bahwa manusia diciptakan berdasarkan apa mau Tuhan kepada manusia, bukan berdasarkan apa maunya manusia pada dirinya sendiri.
Dengan mengutip banyak ayat dan hadis, Ibnu ‘Arabi seolah menganggap manusia bukan hanya sebagai mikrokosmos, tetapi sebagai “cermin” Tuhan, dengan mengutip hadis: “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam berdasarkan shurah-Nya”.
Baca juga : Hakekat Insan Kamil (1)
Allah sendiri memerintahkan para makhluknya untuk sujud kepada Adam pasca peng-install-an roh ke dalam diri Adam, sebagaimana disebutkan dalam ayat: “(Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (Q.S. Al-Baqarah/2:34). Allah SWT juga menyatakan sendiri telah memuliakan anak-anak cucu Adam (Q.S. Al-Isra’/17: 70).
Manusia jauh berbeda dengan hewan dan makhluk-makhluk lainnya, termasuk jin dan malaikat. Manusia dipilih sebagai representatif (khalifah) di muka bumi sudah cukup menjadi bukti bahwa manusia lebih dari sekedar makhluk.
Baca juga : Al-Asma al-Husna = Insan Kamil (?)
Paling tidak, roh yang di-instal masuk ke dalam diri Adam adalah unsur Tuhan (Lahut) sebagaimana ditegaskan di dalam Al-Qur’an: “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. Al-Hijr/15:29). Roh inilah kemudian yang membuat para malaikat dan makhluk lainnya selain Iblis sujud kepada manusia.
Manusialah satu-satunya makhluk yang mampu mengejawentakan nama-nama dan sifat-sifat Allah, baik dalam bentuk keagungan (jalaliyyah) maupun keindahan (jamaliyyah) Allah SWT. Malaikat tidak mungkin mengejawentakan sifat Allah Yang Maha Pengampun (al-Gafur), Maha Pemaaf (al-‘Afuw), dan Maha Penerima Taubat (al-Tawwab) karena malaikat tidak pernah berdosa.
Baca juga : Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (2)
Tuhan tidak bisa disebut Maha Pengampun, Maha Pemaaf, dan Maha Penerima taubat tanpa ada makhluk dan hambanya yang berdosa, sementara malaikat tidak pernah berdosa.
Demikian pula makhluk-makhluk Allah yang lain hanya mampu mengejawentakan sebagian asma’ dan sifat Allah. Dari sinilah sesungguhnya manusia disebut Insan Kamil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.