Dark/Light Mode

Road-Map Menuju Langit (8)

Al-Asma al-Husna = Insan Kamil (?)

Senin, 7 Oktober 2024 05:40 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam artikel terdahulu (4 & 5) dijelaskan bahwa Al-Asma’ al-Husna’ adalah entitas universal Tuhan (al-jam’iyyat al-uluhiyah wa al-rububiyah). Kombinasi secara kohesif dan komprehensif menjadi ekspektasi semua makhluk.

Namun, hanya manusialah yang dapat (karena dipilih Tuhan) merepresentatifkan keseluruhan sifat dan entitas Nama-nama Indah itu. Makanya hanya manusia tanpa wakil ditunjuk sebagai khalihah di bumi (khalaif al-ardh): Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi (khalaif al-ardh) dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. (Q.S. Al-An’am/6:165).

Orang-orang yang mampu menginternalisasikan al-Asma’ al-Husna secara proporsional maka ia disimbolkan sebagai makhluk paripuna (insan kamil). Dengan demikian, Insan Kamil sebagaimana dikonsepsikan oleh Al-Jilli, bukan hanya manusia sebagai apa adanya (as a person) tetapi juga lebih merupakan sebuah station (maqam) spiritual, yang di dalamnya tentu bukan saja manusia (al-isan), sebagaimana yang selama ini banyak dipopulerkan. Keseluruhan “alam langit” (celestial world) dapat juga disebut Insan Kamil (akan dibahas dalam artikel mendatang).

Baca juga : Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (2)

Dengan demikian, Insan Kamil mempunyai posisi spiritual yang sama dengan Al-Asma’ al-Husna sebagai penampakan awal (the first manifestation/altajalli al-awwal). Sama dengan istilah-istilah lainnya seperti Madhhar al-Ijma’, Nur Muhammad, Nufus al-Rahman, Jauhar, dan istilah yang agak kurang pas 'Aql al-Awwal. Istilah- istilah tersebut di atas juga sering digunakan dalam konteks anak manusia (Bani Adam) dan “keadaman” (Adamiyyah). Istilah-istilah tersebut juga sering digunakan dalam konteks perjalanan makrokosmos (al-‘alam al-kabir) dan mikrokosmos (al-‘alam al-shagir).

Perjalanan manusia sebagai bagian dari Insan Kamil mengikuti proses kehadiran Lima Eksistensi (al-Hadharat al-Khamsah), yakni dari Ahadiyyah, Wahidiyyah, Alam Jabarut, Alam Malakut, dan Alam Syahadah (akan dibahas tersendiri dalam artikel mendatang).

Secara sederhana perjalanan manusia sebagai bagian Insan Kamil bisa digambarkan semula berasal dari wujud batin kemudian melakukan perjalanan spiritual menjadi wujud dhahir (al-sair min al-bathin ila aldhahir).

Baca juga : Jenis-jenis Perjalanan Spiritual (1)

Gambaran lain bisa juga disebut dari wujud kebersatuan ke wujud keteruraian (min al-ijmal ila al-tafshil), karena semakin keatas semakin menyatu (qur’an) dan semakin ke bawah semakin terpisah-pisah (furqan), sehingga dengan demikian, manusia sebagai bagian Insan Kamil berproses dari maqam qur’ani kepada maqam furqani (min al-qur’an ila al-furqan).

Selain manusia, semuanya mengalami perjalanan lineal dari atas ke bawah kemudian kembali naik ke atas: “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada- Nya” (Q.S. al-Sajadah/32:5), atau dalam ayat lain: Inna lillah wa inna ilaihi raji’un” (Q.S. Al-Baqarah/2:156).

Hanya manusia yang bisa menjadi makhluk fluktuatif atau “makhluk eksistensialis” menurut SH. Nasr dalam Ideal and Reality of Islam. Makhluk lain tidak disebut makhluk eksisistensialis karena konstan menjalani rel kehidupan normalnya. Berbeda dengan manusia, kadang menjadi makhluk sempurna (ahsan taqwim) tetapi bisa meluncur menjadi makhluk paling hina (asfala safilin).

Baca juga : Asma’ul Husna Sebagai Pintu-pintu Langit (2)

Ini pula yang menjadi alasa mengapa manusia disebut manusia sebagai satu-satunya makhluk teomorfis. BERSAMBUNG

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 7 Oktober 2024 dengan judul "Road-Map Menuju Langit (8) Al-Asma al-Husna = Insan Kamil (?)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.