Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Road-Map Menuju Langit (4)
Asmaul Husna Sebagai Pintu-pintu Langit (1)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Rahasia yang paling besar diungkapkan Allah SWT kepada umat manusia, khususnya umat Islam, ialah Nama-nama Indah Tuhan (Al-Asma’ al-Husna/The Beautiful Names). 99 Nama Allah bukan hanya untuk dihafalkan atau untuk dilagukan, tetapi yang amat penting ialah menghayatinya.
Nama-nama Allah SWT ada menekankan dirinya sebagai Ilah (uluhiyat), yaitu dirinya sebagai Tuhan Yang Maha Maskulin (Struggling) yang menekankan aspek keagungan dan keterbedaan-Nya dengan hamba dan makhluk-Nya.
Baca juga : Makna Denotatif Dan Konotatif Langit
Inilah yang disebut aspek ketakterbandingan (uncomparability/tanzih), seperti Allah Maha Pendendam (al-Muntaqim), Maha Angkuh (al-Mutakabbir), Maha Pemaksa (al-Jabbar), dan lain-lain.
Sebaliknya, Nama-nama itu juga ada yang menekankan diri-Nya sebagai Rabb (Rububiyyah), yaitu dirinya sebagai Tuhan Yang Maha Penyayang, Feminin (Nurturing), yang menekankan aspek keakraban dan aspek keserupaan-Nya dengan hamba dan makhluk-Nya. (similarity/tasybih), seperti Maha Pengasih (al-Rahman), Maha Penyayang (al-Rahim), Maha Lembut (al-Latihif), dan lain-lain.
Baca juga : Makna Denotatif Dan Konotatif Langit
Di antara 99 Nama itu, sekitar 80 persen menekankan diri-Nya sebagai Rabb, hanya sekitar 20 persen sebagai Ilaah. Ini artinya, Allah SWT lebih menonjol sebagai Tuhan Maha Lembut (Feminine God) daripada Tuhan Maha Keras (Masculine God).
Dari konten, entitas, dan sifat-sifat Allah SWT melalui Nama-nama itu menjadi isyarat penting bagi kita hamba-Nya untuk menyusun Road-Map System (RMS) mencari sasaran tepat di langit.
Baca juga : Menemukan Road-Map Langit
Bukan hanya menunjukkan sasaran, tetapi mengisyaratkan adanya akselerasi dan intensitas perjalanan menuju Tuhan jika kita melalui atau mencontoh sifat-sifat feminine-Nya. Kualitas maskulin berat bawaannya ke langit dibandingkan dengan kualitas feminin.
Jika seseorang bergelimang dosa, ketuklah pintu al-Tawwab (Maha Penerima Taubat), al-‘Afuw (Maha Pemaaf), al-Gafur (Maha Pengampun) atau al-Rahim (Maha Penyayang). Jangan salah ketuk pintu, misalnya pintu al-Muntaqim (Maha Pendendam). Bukan hanya itu, aspek ekstra lain dari Asma’ al-Husna banyak sekali disebutkan dalam ayat dan hadis, sebagaimana akan dilanjutkan dalam artikel mendatang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.