Sebelumnya
Dalam konteks geopolitik kawasan dan global, keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan berbasis meritokrasi akan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan global yang dihormati. Di tengah rivalitas kekuatan besar dan dinamika politik internasional yang semakin kompleks, Indonesia harus mampu memperlihatkan ketangguhan dalam menghadapi tantangan eksternal, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap stabilitas kawasan Asia Pasifik.
Maka pidato Presiden Prabowo di Forum Pemerintahan Dunia 2025 di Dubai itu sekaligus pula memperlihatkan gambaran yang jelas mengenai arah kebijakan pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinannya. Presiden Prabowo menekankan pentingnya menciptakan pemerintahan yang bersih, kompeten, dan berbasis pada prinsip meritokrasi.
Baca juga : Pembumian Pancasila Di Dunia
Program-program strategis di bidang kesehatan dan pendidikan yang digagasnya, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CGK), merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mewujudkan Indonesia sebagai negara yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Pemerintahan yang bersih dan berbasis pada prinsip meritokrasi akan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan global yang dihormati, mampu menghadapi tantangan besar, dan berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
Di tingkat internasional, Indonesia harus memperkuat posisi dan peranannya sebagai negara besar dengan kekuatan yang seimbang antara ekonomi, politik, dan diplomasi. Pemerintahan Prabowo berkomitmen untuk memainkan peran aktif dalam menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik dan memperkuat hubungan dengan negara-negara besar dunia.
Baca juga : Kepemimpinan Pramono-Rano Di Tengah Gelombang Tantangan Jakarta
Indonesia, dengan posisi geografis yang strategis sebagai negara kepulauan, berpeluang besar untuk menjadi mediator dan pemimpin dalam berbagai isu global, baik yang berkaitan dengan perdamaian, perubahan iklim, maupun pembangunan ekonomi berkelanjutan. Namun, untuk mewujudkan visi tersebut, Indonesia harus mengatasi sejumlah tantangan domestik, salah satunya adalah pemerataan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Dari itulah pembangunan pemerintahan Indonesia yang modern dan berwibawa di panggung global, memerlukan sinergi antara kebijakan domestik yang pro-rakyat dan diplomasi luar negeri yang aktif dan konstruktif. Dalam hal ini, pemerintahan Prabowo berusaha untuk menciptakan keseimbangan antara kemajuan nasional dan pengaruh internasional, dengan meletakkan dasar-dasar kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Baca juga : Mewaspadai Dampaknya Bagi Geopolitik Indonesia
Astha Cita Presiden Prabowo-Gibran dapat dilaksanakan dengan baik membuat visi Indonesia sebagai negara yang kuat, berdikari, dan dihormati di dunia internasional, semoga akan terwujud melalui manajemen pemerintahan yang bersih, efisien, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah anggota Dewan Pakar BPIP RI Bidang Geopolitik dan Geostrategi Manajemen Pemerintahan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.