Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibikin manusia". Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan” (QS An-Nahl/ 16:68-69)
“Madu bisa mengobati berbagai macam penyakit.” Demikian hadis Nabi mengungkapkan. Pembuktian secara akademi kebenaran ayat-ayat lebah-madu sudah dilakukan beberapa peneliti, termasuk penelitian disertasi Prof Dr Andi Mappatoba, Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar yang mengambil Doktornya di Universitas Pilipina dengan konsentrasi lebah-madu.
Baca juga : Konsep Pascapanen Nabi Yusuf
Penelitiannya mengungkapkan bahwa lebah memiliki tiga struktur komunitas, yaitu komunitas pekerja yang mencari madu ke berbagai kembang, komunitas pengamanan ratu yang tugasnya hanya mengerumun di sarang untuk mengamankan ratu dan madu dalam sarang, dan ratunya sendiri.
Baca juga : Asas Nullun Delictum Nabi Yusuf
Ratu bisa bertahan sampai tiga tahun, dan yang paling pendek umurnya ialah lebah kelas pekerja yang mencari madu. Ia juga menemukan kadar glucose dalam madu lebih aman dikonsumsi dibanding dengan gula jenis lain.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.