BREAKING NEWS
 

Kesehatan Maritim

Sabtu, 3 Mei 2025 07:30 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Laut merupakan aset yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan perairan ­Nusantara menjadi satu-satunya kawasan laut di ekuator yang menghubungkan dua samudra sekaligus: Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Sebutan Indonesia sebagai negara ­maritim tentu tidak bisa di­pisahkan dari luas wilayah perairannya. 

Wilayah laut Indonesia ­meliputi Zona Ekonomi ­Eks­klusif (ZEE), laut teritorial dan wilayah lain yang ter­­masuk dalam batas yurisdiksi Indonesia. Jika ditotal, luas laut Indonesia mencapai lebih dari 5,8 juta kilometer persegi. 

Kawasan pesisir tropis juga memiliki keunikan tersen­diri karena menjadi titik konvergensi antara sistem daratan (terestrial) dan lautan ­(oseanik), serta berperan se­bagai penyangga aktivitas manusia yang penting bagi kelangsungan dan kesejah­teraan hidupnya. Kawasan ini sangat luas; garis pantai Indonesia yang mencapai 108.000 km adalah yang terpanjang kedua di dunia. 

Baca juga : Obat Yang Dibawa Jemaah Haji

Dari berbagai aspek pen­ting keilmuan yang berkaitan dengan maritim atau kelautan, perhatian tentu perlu diberikan pada isu kesehatan. Perlu ­diketahui bahwa kesehatan maritim (maritime health) adalah disiplin ilmu yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan individu yang bekerja atau beraktivitas di lingkungan maritim, seperti pelaut, nelayan dan pekerja industri perkapalan. Disiplin ini juga mencakup kesehatan ekosistem laut serta upaya menjaga kelestarian ling­kungan maritim. 

Definisi lain menyebutkan bahwa kesehatan maritim merujuk pada pelayanan dan perlindungan kesehatan bagi pekerja di sektor industri ­maritim, termasuk pelaut, pekerja pelabuhan, dan profesi lain di bidang maritim.

Adsense

Karena itu, ini merupakan area kerja multidisiplin. Di tingkat global, World Health Organization (WHO), International Maritime Organization (IMO), dan International Labour Organization (ILO) bekerja sama dalam menetapkan standar serta menyusun panduan di bidang kesehatan maritim.

Baca juga : Vaksinasi Jemaah Haji Kita

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) ­Amerika Serikat menyatakan bahwa industri maritim memiliki tingkat kematian serta risiko cedera dan penyakit yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional untuk seluruh tempat kerja. 

Pekerja maritim menghadapi sejumlah bahaya yang khas bagi industri ini. Amerika Serikat memprioritaskan tujuh sektor dalam industri maritim, yaitu: galangan kapal, terminal laut dan operasi pelabuhan, transportasi laut, pengolahan makanan laut, penangkapan ikan komersial, akuakultur, dan penyelaman komersial. Negara lain, termasuk Indonesia, tentu dapat menetapkan prioritas yang berbeda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Terkait asosiasi profesi, di tingkat dunia terdapat Inter­national Maritime Health ­Association (IMHA). Asosiasi Kesehatan Maritim Inter­nasional ini berfokus pada ­ke­sehatan dan keselamatan sektor maritim dengan tujuan mening­katkan kualitas ke­se­hatan pelaut, nelayan, dan pekerja pelabuhan. ­IMHA di­dirikan pada 17 ­Juni 1997 dalam Inter­national ­Symposium on Maritime Health (ISMH) ke-4 di Oslo, Norwegia. 

Baca juga : Delapan Aspek Proposal Akhir “Pandemic Agreement”

Pada perkembangannya, ISMH ke-17 akan dise­lenggarakan pada 11–14 Juni 2025 di Rotterdam, Belanda. Dr. Bobby Singh, Medical ­Review Officer (MRO) dari Puri Medika International Maritime Clinic (PMMIC), akan menjadi pembicara dari Indonesia. Ia akan mempresentasikan topik “Tropical Disease: Tuberculosis”, mengingat tuberkulosis merupakan masalah kesehatan penting di Indonesia yang juga dapat menjadi tantangan dalam konteks kesehatan maritim. Dalam presentasi tersebut akan di­bahas besarnya masalah tuberkulosis, teknik diagnostik terkini, serta pengobatan terbaru yang juga diterapkan di Indonesia. 

Disiplin ilmu dan aktivitas kesehatan maritim di Indonesia perlu terus dikembangkan secara luas. Hal ini penting setidaknya karena tiga alasan. Pertama, luasnya laut dan pantai di negara kita. Kedua, pentingnya aspek kesehatan bagi para pekerja di berbagai sektor yang berkaitan dengan laut. Ketiga, berkembangnya kesehatan maritim di Indonesia akan berdampak luas terhadap kekayaan kelautan bangsa, ­aspek ekonomi, serta geopolitik dan teritorial. 

Prof. Tjandra Yoga Aditama
-Direktur Pascasarjana ­Universitas YARSI -Adjunct Professor, Griffith University – Australia
-Penasihat Rumah Sakit Puri Medika
-Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang ­Edukasi dan Literasi Kesehatan ­Masyarakat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense