Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Selain sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI, saya juga menjabat sebagai Adjunct Professor Griffith University, Brisbane, Australia. Hari-hari ini saya sedang berada di Brisbane dan antara lain melakukan kegiatan di kampus Griffith University yang berlokasi di daerah Nathan. Perlu diketahui bahwa Griffith University memiliki beberapa kampus di seputar kota Brisbane dan juga di daerah Gold Coast yang terkenal itu.
Australia kita kenal sebagai salah satu negara maju. Kita juga tahu bahwa di semua negara, termasuk Australia, ada daerah urban atau perkotaan dan ada juga daerah rural atau dapat disebut pedesaan kalau di negara kita.
Baca juga : WHO Dan Pendidikan Kedokteran
Nah, Pemerintah Australia sudah memikirkan secara mendalam tentang bagaimana pelayanan kesehatan dan kedokteran di daerah rural mereka. Antara lain dengan membentuk pendidikan kedokteran khusus yang mereka sebut sebagai “Rural Medical Education Australia (RuralMedEd)”.
Seperti juga di berbagai negara di dunia, pendidikan kedokteran memang diselenggarakan oleh universitas. Program “RuralMed” Australia juga demikian, dilakukan di beberapa universitas. Di antaranya, University of Wollongong (UOW), The University of Queensland, The University of Sydney, The University of Notre Dame Australia, Charles Sturt University, Monash University, dan James Cook University. Program ini juga dijalankan di Griffith University, yang dikelola oleh Griffith University School of Medicine and Dentistry, di mana saya menjadi salah satu Adjunct Professor-nya.
Baca juga : Penelitian Vaksin TB Baru, Presiden Prabowo & Bill Gates
Setidaknya ada tiga cakupan kegiatan dari Pendidikan Kedokteran Rural di Australia ini, yang mungkin bisa kita pertimbangkan juga di negara kita. Pertama adalah “Rural Clinical Schools” dan “Full-Year Rural Placements”, mahasiswa punya pengalaman langsung bekerja di daerah rural, baik dalam bentuk pelatihan beberapa waktu maupun juga penuh selama satu tahun. Kedua, “Rural Pathways” dan “Rural-Focused Curriculum”, diberikan kurikulum khusus yang sesuai dengan tantangan daerah rural, termasuk “clinical pathway” yang harus dijalankan.
Dalam hal ini, program “RuralMedEd” biasa bekerja sama dengan rumah sakit dan klinik di daerah rural agar mahasiswa betul-betul mendapat pengalaman lapangan yang nyata.
Ketiga, “Focus on Recruitment and Retention” di mana tujuannya bukan hanya membuat dokter mahir bekerja di daerah rural, tetapi juga ada program tertentu agar mereka berminat untuk tetap tinggal di daerah rural itu. Ini sangat baik, jadi jangan hanya disuruh kerja di daerah rural, tetapi juga dipikirkan program bagaimana para dokter akan betah bekerja di sana. Bukan hanya aspek medis tetapi juga kehidupan keluarganya. Mungkin juga pendidikan anaknya, dan lain-lain.
Sebagai salah satu contoh, Griffith University memiliki tim yang amat berkualitas dan berpengalaman untuk pendidikan “rural medical student program”. Antara lain dalam bentuk pelayanan medik praktis (tidak termasuk tindakan pembedahan kompleks seperti sectio caesarea dan lain-lain) dan juga pelatihan VET (“vocational education training”). Secara tegas disebutkan bahwa Griffith University berkomitmen untuk menghasilkan petugas kesehatan yang tepat sesuai kebutuhan “fit-for-purpose” untuk daerah rural dan terpencil. Universitas merasa bertanggung jawab untuk ikut menjamin bahwa masyarakat akan mendapat fasilitas pelayanan kesehatan bermutu di dekat rumahnya, walaupun tinggal di daerah rural dan terpencil. Sedikit banyak ini sesuai dengan prinsip WHO tentang “Universal Health Coverage (UHC)”.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.